Kegiatan Jimpitan Warga NU Purwokerto Barat




Purwokerto - "Kuat karena bersatu - Bisa Bersatu karena sering bertemu".
Slogan itu menjadi penyemangat bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) Purwokerto Barat. Setiap Sabtu malam, mereka berkumpul di Masjid Miftahussalam, Semingkir, Rejasari yang juga satu lokasi dengan Sekretariat Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Purwokerto Barat.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kekompakan dan persatuan antar warga NU yaitu nahdliyin dan nahdliyat se-Purwokerto Barat. Tidak ada kegiatan formal yang berlangsung, dengan silaturahmi, bertemu dan berinteraksi mengisi waktu akhir minggu.

"Kami saling ngobrol santai melepas status sosial dan saling berbagi informasi," ujar Ketua Takmir Masjid Miftahussalam Bp. Sutikno Iskandar yang juga Sekretaris MWC NU Purwokerto Barat.

Lembaga Takmir Masjid NU PCNU Banyumas juga menyambut baik kegiatan tersebut untuk meramaikan atau makmurkan Masjid, selain untuk kegiatan ibadah, juga sebagai tempat interaksi sosial kemasyarakatan.

"Kegiatan ini sangat positif. Selain sebagai ajang konsolidasi, juga menjadi embrio kaderisasi NU, karena anggota keluarga termasuk anak-anak mereka pun diajak hadir pada kegiatan ini," kata Ibu Partinah Laswadi, seorang kader Penggerak NU dan aktivis Muslimat NU Purwokerto Barat.

Yang unik dari kegiatan ini adalah setiap yang hadir membawa uang minimal Rp. 2.000,- serta kopi dan gula masing-masing 2 (dua) sendok makan sebagai wujud bahu membahu dan saling meringankan. Visi ke depannya, dari uang Rp 2.000 yang terkumpul tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk masyarakat. Baik untuk santunan maupun kegiatan lainnya di lingkungan Purwokerto Barat.

"Harapan saya, semoga pengurus Masjid bisa menyediakan fasilitas bermain bagi anak-anak, selain itu juga agar Masjid Miftahussalam ini bisa menjadi "Alun-Alun" nya Warga NU Purwokerto Barat. Jadi tiap malam minggu, kita bisa kumpul-kumpul di sini" ujar Bu Iin Nurjannah seorang nahdliyat warga Kelurahan Rejasari.

Tanggapan positif serta dukungan juga disampaikan Bu Astri Yanuarti Maulita sebagai warga NU dari Kelurahan Bantarsoka, "Lailatul Jimpitan tiap malam minggu ini sangat positif. Ini merupakan sumbangan kecil warga NU bagi NKRI dalam menjaga persatuan dan kesatuan, khususnya persatuan warga NU di Purwokerto Barat."

Kegiatan jimpitan yang oleh warga akrabnya disebut dengan "Lailatul Jimpitan" ini tidak ada kepanitiaan khusus dan undangan formal. Semua berjalan mengalir apa adanya. Dari warga bagi warga dan untuk NKRI.

Ustadz Daryanto salah satu Imam Masjid Miftahussalam menambahkan, "Silakan bagi warga yang mungkin pada minggu-minggu mendatang berniat menitipkan syukuran atau selametan untuk diadakan di Masjid ini, memanfaatkan berkumpulnya warga tiap malam minggu".

Kegiatan seperti ini menjadi ajang silaturahmi yang efektif membangun persatuan antar warga bangsa, khususnya di wilayah Kecamatan Purwokerto Barat. ***
Lebih baru Lebih lama