KAPOLRES WONOGIRI TERIMA PENGHARGAAN DARI UNIBA

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, Rabu (28/10), menerima penghargaan dari Universitas Batik (UNIBA) Surakarta. Ini terkait dengan inovasi pelayanan kepolisian kepada publik, melalui model Pelayanan Cepat Terpadu (Yanpatdu) secara online yang diluncurkan Polres Wonogiri.

WONOGIRI - Penyerahan penghargaan, dilakukan oleh Rektor UNIBA Surakarta, Dr H Amir Junaidi SH, MH. Berlangsung bersamaan dengan gelar apel pagi di halaman Mapolres Wonogiri. Ikut hadir dalam acara ini, para Pejabat Utama (PJU) Polres, para Kapolsek sejajaran dan para anggota kepolisian Wonogiri.

Kaur Humas Aipda Iwan Sumarsono, menjelaskan, penghargaan yang diterimakan kepada Kapolres tersebut, terkait dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari UNIBA Surakarta, tentang langkah terobosan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat di jajaran Polres Wonogiri.

Itu menyangkut aplikasi online Yanpatdu, yang diluncurkan oleh Kapolres AKBP Christian Tobing, dalam kiat meningkatkan dan memberikan kemudahan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Dr Sapawi ST, MM dari LP3M UNIBA Surakarta, menyatakan, penghargaan diberikan, setelah tim peneliti dari UNIBA Surakarta melakukan survai terhadap pelayanan publik yang dilakukan Polres Wonogiri. ”Sebagai peneliti, saya berhadap Polres Wonogiri menjadi Polres terbaik,” jelasnya.

Terkait pemberian penghargaan itu, Kapolres menyampaikan ucapan terima kasih. ”Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi Polres Wonogiri, untuk mampu memberikan peningkatan pelayanan kepada publik menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

Pada bagian lain sambutannya, Kapolres menyampaikan terima kasih pula kepada seluruh anggota, yang telah bekerja keras dalam membuat produk pelayanan sebagai upaya peningkatan pelaksanaan tugas kepolisian. Utamanya peningkatan pelayanan publik, sehingga sampai mendapatkan penghargaan dari lembaga Perguruan Tinggi.  ***

***

MEDIA REALITA NEWS

***

AKSI SENIMAN DI ALUN-ALUN PURWOKERTO

Pada hari Senin 19 Oktober 2020 yang lalu para seniman berkumpul di Alun-alun Purwokerto. Selain beberapa orasi yang intinya menolak keras segala bentuk provokasi dan unjuk rasa yang anarkis.



Para seniman melakukan atraksi seni tradisional Banyumas yaitu lengger, calung, dan juga atraksi seni kuda lumping yang sangat digemari warga setempat. Sempat juga ada seniman yang membacakan puisinya. 

Selengkapnya:

KONVOI ORMAS PEMUDA PANCASILA RAYAKAN HUT KE-61 DI PURWOKERTO

Berikut ini adalah video konvoi kendaraan bermotor ormas Pemuda Pancasila pada 28 Oktober 2020.

Konvoi ini untuk merayakan HUT Pemuda Pancasila ke-61.

[CEK FAKTA] KOPASSUS TURUN GUNUNG BELA GATOT NURMANTYO? INI FAKTANYA

Beredar video dengan narasi yang menyebutkan pasukan elite TNI Angkatan Darat Komando Pasukan Khusus (Kopassus) turun tangan membela mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang ditolak saat hendak berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Video ini beredar di media sosial facebook.

Akun Facebook atas nama Latifah Lina membagikan ulang video ini dari akun facebook atas nama Ahmad Bakti pada 1 Oktober 2020 yang. Dalam unggahannya terdapat narasi sebagai berikut.

"Tak terima mantan pimpinannya (Gatot Nurmantyo) diteriaki Anj*ng oleh Kusnan dr Kader PDIP .. Kopasus mulai turun gunung.

GAWAT..GAWAT..GAWAT..!!!"

Penelusuran:

Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim Kopassus turun gunung bela Gatot Nurmantyo adalah salah. Faktanya, video tersebut adalah perdebatan antara Komandan Kodim Jakarta Selatan dengan sejumlah purnawirawan TNI yang hendak berziarah ke makam pahlawan revolusi di TMP Kalibata.

Dilansir dari Merdeka.com, dalam video yang viral di media sosial terjadi perdebatan antara Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan purnawirawan TNI dengan Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana.

Perdebatan terjadi ketika rombongan dari para peserta tabur bunga ini ingin masuk ke area TMP Kalibata. Mereka ingin melakukan penyekaran terhadap sejumlah makam pahlawan.

Menanggapi hal tersebut, Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana membantah jika dirinya sempat berdebat dengan Gatot. Saat itu, ia hanya mengingatkan terhadap para rombongan agar tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah ada.

"Sebenarnya bukan berdebat, saya cuma mengingatkan untuk protokol kesehatan selama PSBB di Jakarta, terutama pembatasan jumlah orang untuk melaksanakan kegiatan ziarah dan beliau menerima penjelasan saya," kata Ucu Yustiana dilansir Merdeka.com.

Dilansir dari RRI.co.id, akhirnya rombongan purnawirawan diperbolehkan masuk TMP Kalibata walaupun hanya 30 orang sebagai perwakilan. 

"Ini di makam pahlawan ya, anda punya Sapta Marga sumpah prajurit, anda bertanggungjawab kepada Tuhan YME bahwa kami purnawirawan akan menghormati para pahlawan yang jadi korban G30 S PKI," ujar Gatot dalam video tersebut.

Dandim menegaskan, dia hanya melaksanakan tugas dan tidak bermaksud melarang Gatot dan para purnawirawan untuk nyekar ke makam pahlawan. 

"Kami hanya menjalankan tugas agar sesuai dengan protokol kesehatan," jawab Kolonel Ucu.

Kesimpulan:

Klaim Kopassus turun gunung bela Gatot Nurmantyo adalah salah. Faktanya, video tersebut adalah perdebatan antara Komandan Kodim Jakarta Selatan dengan sejumlah purnawirawan TNI yang hendak berziarah ke makam pahlawan revolusi di TMP Kalibata.

Informasi ini jenis hoaks False context (konteks keliru).  False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Referensi:

https://rri.co.id/nasional/peristiwa/906169/sebelum-ricuh-gatot-dan-dandim-jaksel-sempat-berdebat

https://www.merdeka.com/peristiwa/penjelasan-dandim-jaksel-yang-disebut-berdebat-dengan-gatot-nurmantyo-di-tmp-kalibata.html

https://archive.vn/VhXiO

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016 follow instagram @cekfaktamedcom

Lebih baru Lebih lama