𝐉𝐮𝐫𝐧𝐚𝐥𝐢𝐬𝐦𝐞 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢
Sebagai seorang jurnalis senior yang telah lama berkecimpung dalam dunia aktivisme pers, Ardhi Solehudin mengingatkan rekan sejawat bahwa profesi ini seringkali dijalani tanpa tunjangan dari pemerintah. Namun, hal tersebut tidak boleh menyurutkan semangat untuk tetap berpegang teguh pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.
"Pekerjaan jurnalis adalah pekerjaan yang mulia. Meski tanpa sokongan finansial dari birokrasi, kedaulatan kita ada pada kebenaran dan kepentingan publik. Kita harus tetap tegak berdiri di atas kaki sendiri dengan integritas yang tidak bisa dibeli," ujar Ardhi.
𝐏𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐒𝐩𝐢𝐫𝐢𝐭𝐮𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩𝐢 𝐋𝐞𝐥𝐚𝐡
Dalam sebuah refleksi mendalam, KRT Ardhi Solehudin membagikan pesan penguat jiwa bagi para jurnalis yang mungkin merasa lelah dalam menjalankan tugas di lapangan. Ia mengajak para insan pers untuk tetap menjaga kesehatan mental dan spiritual melalui pendekatan tawakal:
𝐏𝐮𝐥𝐢𝐡𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡: Sibukkan diri dengan ketaatan di sela-sela kesibukan mencari berita.
𝐌𝐞𝐦𝐚𝐚𝐟𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐢𝐤𝐡𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧: Perlahan, maafkanlah segala rintangan atau pihak-pihak yang mungkin menyakiti dalam perjalanan profesi.
𝐓𝐚𝐰𝐚𝐤𝐚𝐥 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥: Serahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha dengan upaya manusia yang paling maksimal. Dia adalah sebaik-baik penjamin bagi jiwa yang lelah dan kehilangan arah.
𝐏𝐫𝐨𝐟𝐢𝐥 𝐒𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐊𝐑𝐓 𝐀𝐫𝐝𝐡𝐢 𝐒𝐨𝐥𝐞𝐡𝐮𝐝𝐢𝐧, 𝐒𝐇, 𝐌. 𝐊𝐨𝐦
KRT Ardhi Solehudin merupakan seorang tokoh pers yang memiliki latar belakang pendidikan kuat di bidang hukum (Sarjana Hukum) dan teknologi informasi (Magister Komputer). Kombinasi keahlian ini menjadikannya sosok pemilik media yang visioner namun tetap taat pada koridor hukum. Sebagai aktivis pers, ia terus memperjuangkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab dan mendorong jurnalis untuk menjadikan pekerjaan mereka sebagai ladang amal dan pengabdian bagi NKRI.
Melalui kepemimpinannya, ia berharap insan media tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang menjadi kompas dalam menyuarakan kebenaran.(*)
𝐑𝐞𝐝
.jpg)