ππππππππ, π¦πππ’ππ«πππ₯π’πππ§ππ°π¬ ππ¨π¦ - Di lingkungan MI Ma’arif NU 1 Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, sebuah peristiwa yang bermula dari penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto kepada ahli waris Relawan BAZNAS berlanjut menjadi silaturahmi penuh makna, Selasa (28/04/2026).
Momentum ini tidak hanya menghadirkan kehadiran negara melalui BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga menumbuhkan gerakan kebaikan yang menyentuh hati untuk kemaslahatan umat.
Usai acara inti, suasana berlanjut dalam nuansa hangat dan reflektif.
Nur Khasanah selaku ahli waris almarhum Ust Asron mengisahkan perjalanan hidup almarhum sebagai Petugas Lapangan Relawan BAZNAS UPZ An Nur Purwokerto Barat yang istiqamah dalam syiar zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya gerakan sedekah subuh.
“Almarhum selalu mengajak masyarakat untuk bersedekah, meski sedikit namun rutin. Itu menjadi jalan dakwah beliau yang sederhana namun penuh makna,” tuturnya haru.
Pembina dan Penasehat UPZ An Nur, Ust Daryanto, memperkuat kisah tersebut dengan penjelasan yang membumi.
“Sedekah subuh adalah amalan kecil dengan dampak besar. Melalui kaleng koin di setiap rumah, masyarakat diajak berbagi tanpa merasa berat. Relawan mengambilnya sebulan sekali, sekaligus menjadi sarana silaturahmi yang menguatkan ukhuwah,” jelasnya.
Dialog pun mengalir hangat dan penuh rasa ingin tahu. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto, Vinca Meitasari, bersama Kepala Bidang Pelayanan Ameria Rohati, menggali langsung teknis pelaksanaan kepada ahli waris yang juga relawan lapangan.
Pembahasan mencakup mekanisme, waktu pengambilan, hingga suka duka di lapangan, sebuah percakapan sederhana yang sarat inspirasi.
Dari ruang dialog itu, lahir ketertarikan yang tulus penuh semangat.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pencerahan ini. Penjelasannya sederhana, jelas, mudah dipahami, namun maknanya sangat menyentuh hati. Ini membuat kami tertarik untuk bergabung dalam gerakan sedekah subuh,” ungkap Vinca Meitasari.
Ia pun menegaskan komitmennya, bolehkah kami minta kaleng koinnya, secara bertahal akan bersama jajaran.
“Silakan setiap bulan kaleng sedekah bisa diambil ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto. Kami ingin menjadikan ini sebagai kebiasaan bersama keluarga di rumah, dan keluarga di kantor, sebagai pelengkap dari zakat yang telah ditunaikan,” tegasnya.
Senada, Kepala Bidang Pelayanan Ameria Rohati juga menyatakan diri siap menjadi munfiq dalam gerakan tersebut.
Momentum itu semakin bermakna ketika Nur Khasanah menyerahkan kaleng koin sedekah subuh kepada Vinca Meitasari dan Ameria Rohati, disaksikan oleh Ust Daryanto selaku pembina, Ketua UPZ An Nur Asma Asiyah, Bendahara Sri Wakhyuni, Staf Kepesertaan ARK Pembina Perisai Rizky Govinda, Staf Kecamatan Karanglewas Yanti selaku utusan Camat, para relawan BAZNAS, serta awak media. Penyerahan ini menjadi simbol estafet kebaikan yang terus mengalir.
Silaturahmi ditutup dengan doa bersama, saling menguatkan dan meneguhkan niat untuk menebar manfaat melalui sedekah. Dalam keheningan yang khusyuk, tersirat pesan yang menggema,
“Sedekah bukan tentang besar kecilnya, tetapi tentang keikhlasan dan keberlanjutan. Dari satu koin, lahir sejuta keberkahan.”
Peristiwa ini menegaskan bahwa dari sebuah santunan lahir gerakan, dari duka tumbuh cahaya, dan dari silaturahmi terajut harapan yang tak pernah padam.
(Djarmanto-YF2DOI)
