KADES TURMONO: SEMANGAT ABADI USIA 60 TAHUN MEMBANGUN KARANG GINTUNG YANG INDAH, BERBUAH DAN BERSEJAHTERA

  

 

CILACAP – RealitaNews.com, Minggu, 31 Mei 2026 – Dalam sebuah kunjungan khusus yang penuh makna dan keakraban, tiga orang wartawan dari berbagai media, yakni Katir Giyatno dari Jurnal Polisi News, Marjuki Wiyono dari RealitaNews.com, serta Rifal dari Media Pena Tipikor Indonesia, berkesempatan hadir dan meninjau langsung potensi besar serta keindahan alam yang dimiliki oleh Desa Karang Gintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

 

Wilayah desa ini terhampar indah di atas dataran berbukit yang asri dan sejuk, di mana setiap sudutnya dihiasi oleh kekayaan alam yang luar biasa. Pohon durian yang berbuah lebat, pohon alpukat yang manis, serta tegakan pohon kayu keras seperti jati dan mahoni yang kokoh menjulang tinggi menjadi ciri khas dan kekayaan yang tak ternilai. Selain itu, wilayah ini pun sangat terkenal dengan beragam hasil bumi yang melimpah ruah, di antaranya pohon pete dan jengkol yang tumbuh subur serta menjadi komoditas andalan, disusul dengan kebun pisang dan rambutan yang berbuah lebat di setiap musimnya, serta pohon nangka yang besar dan menghasilkan buah dengan kualitas terbaik. Tidak hanya buah-buahan, lahan yang luas dan tanah yang sangat subur juga dimanfaatkan warga untuk menanam berbagai jenis sayur-mayur yang segar dan bernilai ekonomi tinggi, sehingga menjadikan desa ini laksana gudang pangan yang selalu tersedia sepanjang masa. Tanah berwarna merah yang dimiliki desa ini juga merupakan anugerah Tuhan yang sangat istimewa, menjadikan daerah ini memiliki potensi luar biasa besar dan sangat mendukung perkembangan dunia pertanian maupun perkebunan.

 

Di tengah tanah yang kaya dan makmur ini, berdirilah sosok pemimpin yang luar biasa, penuh dedikasi dan kasih sayang, Bapak Turmono, Kepala Desa Karang Gintung yang kini telah berusia 60 tahun. Meski usia sudah menginjak enam puluh tahun, namun semangat, tenaga, dan pikiran beliau masih sangat segar, bugar, dan tidak pernah terlihat surut sedikit pun dalam mengabdikan diri bagi kemajuan desa dan kesejahteraan rakyatnya. Selain dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan dicintai, Bapak Turmono juga dikenal sebagai seorang peternak yang giat dan tekun, serta memiliki usaha peternakan kambing yang dikelolanya dengan baik. Hal ini pun sejalan dengan mata pencaharian sebagian besar warga masyarakat Desa Karang Gintung yang rata-rata juga bergerak di sektor peternakan, antara lain beternak kambing, sapi, serta ayam potong yang terus berkembang pesat dan menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

 

Tak hanya unggul di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, Desa Karang Gintung kini juga semakin bersinar dan dikenal luas berkat kehadiran Wisata Kopi Sugara. Tempat wisata yang memikat hati ini dikelola dan dimiliki oleh Haji Gondrong, seorang tokoh masyarakat yang dikenal sangat baik hati, murah tangan, dan sangat dermawan. Berkat pemikiran maju serta kerja keras Haji Gondrong, wajah Desa Karang Gintung telah berubah dan dibangun menjadi sebuah desa wisata yang indah dan nyaman. Langkah mulia ini juga telah membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi pemuda dan anak-anak lokal setempat, sehingga mereka dapat bekerja dan mengembangkan bakat sendiri di kampung halamannya. Di samping itu, lahan pertanian kopi jenis Robusta juga ditanam secara luas dan tersebar di hamparan tanah seluas kurang lebih 20 hektar, yang tumbuh sangat subur dan berkualitas tinggi berkat dukungan kondisi tanah yang sangat baik, menjadikan komoditas ini sebagai andalan ekonomi desa yang menjanjikan masa depan cerah.

 

Pada hari libur yang tenang dan damai ini, ketiga wartawan berkesempatan berkunjung dan bertemu langsung di kediaman Bapak Turmono. Rumah beliau dibangun kokoh menggunakan batu bata merah yang tampak alami dan apa adanya; sebagian dindingnya sudah rapi dilapisi plester dan aci, sementara sebagian lainnya masih mempertahankan tampilan asli batanya yang memberikan kesan kesederhanaan yang memikat namun tetap berwibawa. Di teras rumah yang sejuk dan bersih, terlihat Bapak Kades Turmono bersama Ibu Istri sedang duduk santai di atas kursi panjang anyaman bambu yang nyaman, menikmati waktu istirahat di tengah kesibukan tugas sehari-hari.

 

Saat pertemuan berlangsung, suasana terasa semakin hangat dan penuh persahabatan. Ketiga wartawan yang hadir saat itu mengaku datang dengan keadaan perut yang sudah terasa lapar, dan dengan santun meminta izin serta memohon kesediaan Bapak Kades untuk menyantap sarapan sekaligus makan siang bersama. Mendengar hal tersebut, Bapak Turmono yang dikenal memiliki hati yang sangat lembut, murah senyum, dan sangat baik hati terhadap seluruh lapisan masyarakat pun tersenyum ramah dan dengan senang hati mengajak serta mempersilakan ketiga tamunya untuk makan bersama di teras rumah, menyantap hidangan yang disajikan seadanya namun penuh kehangatan dan kebersamaan yang tulus.

 

Dalam perbincangan yang akrab dan penuh kekeluargaan itu, Bapak Turmono tampak gagah, berkarisma, dan luar biasa bersemangat. Wajahnya memancarkan ketenangan hati, kebijaksanaan yang mendalam, serta kekuatan jiwa seorang pemimpin yang tak kenal lelah. Beliau dengan tegas dan penuh keyakinan menyampaikan tekad besarnya untuk terus memegang kemudi kepemimpinan Desa Karang Gintung, baik dalam perhelatan Pemilihan Kepala Desa tahun 2027 mendatang maupun dalam perjalanan panjang pembangunan hingga tahun 2035 dan masa-masa selanjutnya. Baginya, usia hanyalah angka, namun pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan jiwa yang harus terus dijawab dengan kerja nyata dan ketulusan hati.

 

“Desa Karang Gintung ini adalah anugerah Tuhan yang luar biasa, tanahnya merah dan subur, alamnya indah, hasil buminya melimpah mulai dari buah-buahan hingga sayur mayur, dan rakyatnya sangat baik serta pekerja keras. Mulai dari peternakan, pertanian, perkebunan, hingga wisata, semuanya memiliki peluang besar untuk terus maju. Semangat saya memimpin tidak akan pernah padam, karena saya ingin melihat desa ini semakin maju, masyarakatnya makmur, dan alamnya tetap terjaga kelestariannya untuk anak cucu kita kelak,” ungkap Bapak Turmono dengan nada yang tulus dan penuh harapan, seolah-olah setiap kata yang terucap adalah janji suci bagi seluruh warga yang dipimpinnya.

 

Kedatangan rombongan wartawan ini juga menjadi momen yang penuh keberkahan dan kehangatan. Di tengah percakapan yang menyentuh hati, ketiga jurnalis tersebut turut mendoakan dengan tulus dan ikhlas bagi seluruh keluarga besar Bapak dan Ibu Kepala Desa Turmono. “Semoga keluarga besar Bapak dan Ibu senantiasa menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah. Semoga anak-anak Bapak dan Ibu menjadi orang-orang yang sukses, berguna, dan berbakti. Kami juga mendoakan semoga Bapak dan Ibu senantiasa diberikan kemudahan dalam setiap langkah, limpahan rezeki yang murah, berkah, dan barokah, serta kesehatan yang paripurna baik jasmani maupun rohani yang tidak akan terputus-putus dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucap para wartawan dengan penuh rasa hormat dan ketulusan.

 

Mendengar doa yang indah tersebut, Bapak Turmono dan Ibu pun tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sosok Bapak Turmono yang bijaksana, sederhana, sangat baik hati, serta memiliki visi yang jauh ke depan ini menjadi bukti nyata bahwa seorang pemimpin yang dicintai rakyatnya adalah mereka yang hadir dengan hati, bekerja dengan kasih, dan melayani dengan sepenuh jiwa. Di bawah kepemimpinannya, harapan besar masyarakat Karang Gintung untuk menjadi desa yang aman, damai, makmur, dan gemah ripah loh jinawi niscaya akan segera terwujud.

 

MARASI:

“Di bukit hijau yang dipeluk pohon durian, rambutan, nangka, pete, jengkol, dan jati yang kokoh, serta di bawah rimbunnya kebun kopi dan hamparan sayur yang menyejukkan, berdenyut hati pemimpin yang berumur namun muda semangatnya. Enam puluh tahun bukanlah batas, melainkan permulaan pengabdian yang lebih bermakna. Di tangan pemimpin yang bijak dan dermawan, serta dukungan tanah merah yang subur, Karang Gintung menatap masa depan dengan keyakinan, menuju kemajuan yang abadi dan penuh berkah.”

 

Reporter: Katir Giyatno

Penulis: Marjuki Wiyono

Editor: Rifal