ππ’π₯ππππ©, π¦πππ’ππ«πππ₯π’πππ§ππ°π¬ ππ¨π¦ – Di tengah keprihatinan bersama terkait kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tayem menuju Desa Bengbulang, Kecamatan Karangpucung,Kabupaten Cilacap, sebuah pemandangan sejuk justru lahir dari rahim kebersamaan warga.
Kecewa karena akses utama perekonomian mereka tak kunjung mendapat perbaikan permanen dari dinas terkait, masyarakat kedua desa membuktikan bahwa semangat gotong royong belum pudar.
Mereka bergerak mandiri, bahu-membahu menambal jalan yang rusak parah demi keselamatan bersama.
Aksi swadaya ini terasa semakin istimewa dan solid berkat kontribusi nyata dari salah satu putra daerah asal Desa Bengbulang yang kini sukses di perantauan Bandung, yaitu H. Abdul Kohar.
Pengusaha yang dikenal rendah hati ini secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membiayai pengadaan material perbaikan jalan, murni karena panggilan moral sebagai warga negara yang peduli tanpa ada tendensi politik apa pun.
Apresiasi dari Jurnalis Investigasi
Gerakan moral dan aksi nyata ini mendapat perhatian sekaligus apresiasi mendalam dari Mulyadi Tanjung (yang akrab disapa Bang Buyung), seorang jurnalis investigasi yang selama ini dikenal sangat kritis dalam mengawal kebijakan publik dan transparansi anggaran di Kabupaten Cilacap.
Sebagai jurnalis yang kerap turun ke lapangan dan memahami betul penderitaan warga akibat jalan rusak, Buyung menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya atas kekompakan warga serta kedermawanan H. Abdul Kohar.
"Langkah mulia yang dilakukan oleh Bapak H. Abdul Kohar dan warga masyarakat Tayem serta Bengbulang ini adalah contoh nyata dari kekuatan kepedulian.
Ketika sistem birokrasi berjalan lambat, hati nurani masyarakat yang bergerak. Ini sangat patut kita apresiasi tinggi," ujar Mulyadi Tanjung (Buyung).
Mulyadi Tanjung juga menambahkan bahwa insiatif seperti ini harus menjadi pemantik semangat bagi publik luas. Jalan raya bukan sekadar aspal, melainkan urat nadi perekonomian, pendidikan, dan keselamatan yang digunakan oleh semua orang secara bersama-sama.
"Semoga langkah mulia ini menjadi inspirasi untuk kita semua agar tidak menutup mata terhadap lingkungan sekitar. Karena jalan adalah akses untuk kita bersama, memperbaikinya adalah amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir," lanjut Buyung penuh harap.
Menutup pernyataannya, jurnalis investigasi ini menyematkan doa terbaik bagi sang pengusaha perantau dan seluruh warga yang terlibat dalam aksi gotong royong tersebut.
"Semoga jiwa gotong royong dan perhatian tulus seperti yang sudah dilakukan oleh H. Abdul Kohar beserta warga, tidak hanya mempermudah urusan dunia kita, tetapi juga dicatat oleh Allah SWT sebagai jalan berkat menuju surga kelak," pungkasnya.
Aksi swadaya ini menjadi bukti hidup bahwa di mana ada kepedulian, di situ ada jalan. Ketika figur perantau bersinergi dengan semangat gotong royong warga desa, keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghadirkan perubahan positif. (Tim/Red)
