𝐂𝐈𝐋𝐀𝐂𝐀𝐏, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦  – Pengelolaan dana di tubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap mulai menuai kritik tajam. Aktivis lokal, Cucu Iskandar, secara terbuka melontarkan kritik pedas terkait minimnya transparansi laporan pertanggungjawaban (LPJ) atas dana yang dihimpun dari masyarakat.


​Dalam keterangannya di hadapan awak media, Senin (11/5), Cucu menyoroti dua poin penting yang selama ini dianggap tidak jelas peruntukannya: penarikan dana rutin dari sektor pendidikan dan pemerintahan desa, serta mekanisme biaya di Bank Darah PMI.


​Cucu Iskandar menegaskan bahwa penarikan dana PMI yang menyasar anak sekolah dan pegawai desa dilakukan setiap tahun. Namun, hingga saat ini, publik jarang atau bahkan tidak pernah melihat laporan pertanggungjawaban yang komprehensif mengenai hasil penarikan tersebut.


​"Penarikan dana PMI dari anak sekolah dan pegawai desa selama ini tidak ada laporan pertanggungjawaban. Padahal, tiap tahun penarikan itu selalu ada," tegas Cucu kepada media.



​Menurutnya, sebagai lembaga yang mengelola dana dari kontribusi langsung masyarakat, PMI seharusnya mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik.


​Selain masalah iuran, Cucu juga menyinggung fenomena yang ia sebut sebagai praktik "jual beli" darah di Bank Darah PMI. 


Hal ini sering menjadi keluhan masyarakat yang merasa terbebani saat membutuhkan kantong darah, meski mereka telah berkontribusi melalui iuran rutin.


​"Seharusnya ada transparansi publik karena dana tersebut berasal dari penarikan terhadap masyarakat. Publik berhak tahu ke mana aliran dana itu dialokasikan," tambahnya.


​Kritik ini menjadi sinyal bagi jajaran pengurus PMI Cilacap untuk segera memberikan klarifikasi resmi guna menghindari spekulasi negatif di tengah masyarakat.


 Transparansi dinilai menjadi kunci utama agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan ini tidak luntur.


​Hingga berita ini diturunkan, pihak PMI Kabupaten Cilacap belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan tudingan yang dilontarkan oleh aktivis tersebut.

(Tim/Red)