SEMARANG, mediarealitanews.com — 22 Agustus 2026 — Gelombang ancaman dan intimidasi terhadap jurnalis di lapangan memicu reaksi keras dari tokoh pers dan aktivis hukum Jawa Tengah, KRT. Ardhi Solehudin, S.H., M.Kom. Pemilik Media Group Realita Jaya Sakti (RJS Group) sekaligus Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Tengah ini menegaskan posisi kompromistis nol (zero tolerance) terhadap segala bentuk perintangan karya jurnalistik.
Sebagai Pengamat Integritas Publik, KRT. Ardhi Solehudin menilai kerja-kerja pers adalah jantung demokrasi yang dilindungi penuh oleh undang-undang. Oleh karena itu, tindak kekerasan, pembungkaman, maupun tindakan main hakim sendiri terhadap wartawan bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan kejahatan terhadap keterbukaan informasi publik.
"Prinsip saya mutlak dan tidak bisa ditawar: Keselamatan dan kemerdekaan wartawan adalah harga mati. Siapa pun rekan profesi yang mengalami intimidasi saat mencari kebenaran di lapangan, saya pastikan garda depan kami siap pasang badan. Tidak peduli dari institusi media mana ia berasal—baik jaringan media saya maupun bukan—selama ia menjalankan tugas jurnalisme secara benar dan beretika, keberadaannya wajib kita lindungi bersama," tegas KRT. Ardhi Solehudin.
Menolak Tunduk pada Pembungkaman
Di bawah kepemimpinannya di mediarealitanews.com dan RJSNEWS.ID, RJS Group terus mengukuhkan komitmen sebagai Mitra Terpercaya dalam Keadilan. KRT. Ardhi Solehudin menginstruksikan seluruh jajaran dan mengimbau organisasi pers untuk membentuk barisan solid guna memutus mata rantai kekerasan terhadap wartawan.
Menurutnya, kerap kali jurnalis berhadapan dengan tembok kekuasaan dan tekanan oknum saat membongkar fakta. Pada titik itulah, solidaritas lintas media dan jaminan perlindungan hukum harus hadir secara nyata, bukan sekadar imbauan di atas kertas.
Doktrin Solidaritas PPWI Jawa Tengah
Lewat tampuk kepemimpinan DPD PPWI Jawa Tengah, KRT. Ardhi Solehudin membawa doktrin bahwa batas-batas nama media harus melebur ketika keselamatan insan pers terancam. PPWI Jawa Tengah dipastikan hadir sebagai benteng hukum dan moral bagi para pencari berita yang terintimidasi.
(Red/KRT)
