PURBALINGGA,mediarealitanews com - 29 Agustus 2026 Pemilik Media Group Realita Jaya Sakti sekaligus Aktivis Pers Jawa Tengah, KRT Ardhi Solehudin, menyampaikan seruan strategis mengenai pentingnya penguatan profesionalisme kewartawanan. Dalam pandangannya, profesi wartawan yang dijalankan secara serius, taat asas, memegang etika, serta konsisten melahirkan karya jurnalistik otentik bukan hanya sebuah pengabdian sosial, melainkan sarana konkret untuk meraih kesejahteraan hidup yang mumpuni.
KRT Ardhi Solehudin menegaskan bahwa identitas sejati seorang wartawan diukur dari karya jurnalistik yang dihasilkannya. Tanpa karya—baik berupa liputan berita, investigasi, artikel, maupun produk jurnalistik lainnya—seseorang tidak dapat dikatakan menjalankan profesi jurnalis secara utuh.
Untuk mencapai standar profesional yang bermuara pada kesejahteraan dan keberlanjutan karier, beliau menguraikan pilar-pilar utama yang wajib dipenuhi oleh setiap insan pers:
1. Peta Jalan Etika: Ketaatan pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
Menjadi wartawan profesional bermula dari ketaatan penuh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang ditetapkan oleh Dewan Pers. Ketaatan ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kredibilitas, independensi, kebenaran, keadilan, dan objektivitas pemberitaan.
2. Standarisasi Kompetensi: Sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW)
Wartawan yang mumpuni wajib membuktikan kapasitasnya melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang disahkan oleh Dewan Pers. Pengakuan kompetensi resmi ini merupakan indikator kelayakan seorang jurnalis dalam memproduksi karya jurnalistik yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan sosial.
3. Kewajiban Memiliki dan Melahirkan Karya Jurnalistik
KRT Ardhi Solehudin menekankan bahwa ruh dari profesi kewartawanan adalah karya. Wartawan profesional harus secara konsisten memproduksi karya jurnalistik yang otentik, berbobot, dan berdampak bagi masyarakat. Pengakuan atas profesi ini tidak didapat dari sekadar identitas atau kartu pers, melainkan dari jejak karya yang dihasilkan secara rutin dan bermutu.
4. Penguasaan Keterampilan Teknis Dasar Jurnalistik
Untuk melahirkan karya yang berkualitas, wartawan harus menguasai teknik-teknik dasar yang presisi, meliputi:
Teknik Reportase: Kemampuan mengumpulkan fakta langsung di lapangan dengan akurat.
Wawancara Mendalam (In-depth Interview): Keterampilan menggali informasi komprehensif dari narasumber tepercaya.
Verifikasi Fakta (Fact-Checking): Proses saring dan uji silang data guna mencegah disinformasi dan hoaks.
Penulisan Berita yang Akurat: Kemampuan menyajikan informasi secara sistematis, lugas, berimbang, dan mudah dipahami publik.
5. Dedikasi Sepenuhnya: Menjadikan Jurnalisme sebagai Profesi Utama
Profesi jurnalis harus dijalankan sebagai pekerjaan utama yang diemban dengan penuh tanggung jawab dan komitmen tinggi, bukan sekadar hobi, formalitas, atau pekerjaan sambilan.
Hubungan Karya, Profesionalisme, dan Kesejahteraan Insan Pers
Dalam pernyataannya di Purbalingga, KRT Ardhi Solehudin menegaskan korelasi langsung antara tingkat profesionalisme, produktivitas karya, dan pencapaian kesejahteraan:
"Apabila profesi yang kita gaungkan di dada saat ini benar-benar dijadikan profesi utama, ditekuni secara serius, dan dibuktikan dengan karya-karya jurnalistik yang nyata serta taat etika, maka profesi ini tidak hanya mulia, tetapi secara nyata mampu menjadikan insan pers mumpuni dalam meraih kesejahteraan," tegas KRT Ardhi Solehudin.
Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa jurnalisme yang berorientasi pada karya dan ditekuni secara profesional memberikan manfaat multidimensional bagi insan pers:
Prospek Karier yang Luas: Karya jurnalistik yang rekam jejaknya jelas membuka ruang pertumbuhan profesional di berbagai platform media modern.
Jaringan Relasi Tingkat Tinggi: Karya yang berintegritas memunculkan kepercayaan, memungkinkan wartawan membangun jejaring komunikasi strategis dengan pemangku kepentingan (stakeholders) di ranah pemerintahan, swasta, dan masyarakat sipil.
Kepuasan Intelektual yang Besar: Proses meriset, mengolah fakta, hingga melahirkan karya memberikan ruang bagi jurnalis untuk terus belajar dan menjadi agen perubahan (agent of change) bagi masyarakat.
Melalui penegasan ini, Media Group Realita Jaya Sakti mengajak seluruh wartawan di Jawa Tengah dan nasional untuk terus membuktikan profesinya melalui karya nyata, menaikkan standar kewartawanan, serta menjadikan integritas sebagai landasan utama menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.
(Red/KRT)
