𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐌𝐚𝐫𝐰𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐬 𝐝𝐢 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟔: 𝐒𝐞𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐉𝐮𝐫𝐧𝐚𝐥𝐢𝐬𝐦𝐞 𝐈𝐧𝐬𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐝𝐚𝐲𝐚 𝐂𝐨𝐩𝐲-𝐏𝐚𝐬𝐭𝐞

 

𝐏𝐮𝐫𝐛𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬.𝐜𝐨𝐦 – 2 Januari 2026 Mengawali lembaran baru di tahun 2026, tantangan dunia pers di Indonesia semakin kompleks. Di tengah derasnya arus digitalisasi, integritas profesi jurnalis kini berada di persimpangan jalan. Menanggapi fenomena tersebut, aktivis pers sekaligus pemilik media, KRT Ardhi Solehudin, W. SH, menyerukan penguatan kembali "Marwah Pers" sebagai prioritas utama bagi seluruh insan media di tanah air.


Dalam pernyataannya, KRT Ardhi menekankan bahwa independensi dan profesionalisme adalah benteng terakhir jurnalisme. Ia menyoroti keprihatinannya terhadap tren "wartawan instan" dan maraknya budaya copy-paste yang dinilai menggerus kualitas karya jurnalistik. 


"Pers bukan sekadar industri konten, melainkan pilar demokrasi. Kita tidak boleh terjebak dalam budaya serba instan yang mengabaikan kaidah jurnalistik. Menjaga marwah berarti menjaga kehormatan profesi dengan menghasilkan karya yang otentik dan terverifikasi," ujar KRT Ardhi.



𝐏𝐨𝐢𝐧 𝐔𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐒𝐞𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐨𝐫𝐚𝐥 𝐏𝐞𝐫𝐬 𝟐𝟎𝟐𝟔:

 

* 𝐊𝐮𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐀𝐭𝐚𝐬 𝐊𝐮𝐚𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬: Pemilik media didorong untuk tidak sekadar merekrut penulis, melainkan jurnalis yang memiliki komitmen kuat pada kebenaran dan etika.

 

* 𝐌𝐞𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐆𝐫𝐚𝐭𝐢𝐟𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢: Integritas dibangun dari keberanian menolak segala bentuk gratifikasi yang dapat mengintervensi independensi pemberitaan.

 

* 𝐄𝐝𝐮𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐨𝐦𝐩𝐞𝐭𝐞𝐧𝐬𝐢: Mengajak rekan seprofesi untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tidak tergilas oleh perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

 

* 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐰𝐚𝐛 𝐊𝐨𝐥𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟: Mengembalikan fungsi pers sebagai sumber informasi terpercaya dan kontrol sosial yang objektif bagi masyarakat.


KRT Ardhi Solehudin menegaskan bahwa mengutamakan marwah pers adalah tanggung jawab kolektif. Tanpa etika dan integritas, media akan kehilangan kepercayaan publik, yang pada akhirnya akan meruntuhkan pondasi demokrasi itu sendiri.


"Mari kita jadikan tahun 2026 sebagai tahun kebangkitan jurnalisme yang bersih. Pers yang bermartabat adalah pers yang berani menyuarakan kebenaran tanpa kompromi," tutupnya.(*) 


(𝐑𝐞𝐝)