𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐒𝐞𝐦𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦| Kepolisian Daerah Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, dan berintegritas melalui Penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka seleksi penerimaan siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng, Kamis (22/1/2026) ini diikuti oleh 43 orang peserta seleksi.
Acara ini dihadiri Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman yang mewakili Kapolda Jateng, didampingi Irwasda, Karo SDM, para pejabat utama Polda Jateng, serta pengawas internal dan eksternal dari berbagai unsur, termasuk LLDIKTI Wilayah VI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, IDI, HIMPSI, hingga unsur LSM dan tenaga ahli IT.
Kegiatan penandatanganan Pakta Integritas ini menjadi wujud nyata komitmen Polda Jawa Tengah dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan proses rekrutmen Polri berjalan secara objektif, profesional, dan berintegritas.
Dalam sambutan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang dibacakan Wakapolda Jateng, menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah janji moral dan tanggung jawab bersama yang disaksikan oleh Tuhan dan masyarakat.
“Pakta integritas merupakan komitmen untuk melaksanakan seluruh tugas dan kewenangan sesuai aturan, serta kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini adalah sumpah yang harus dijaga,” tegasnya.
Ditekankan pula bahwa seleksi SIPSS merupakan jalur strategis Polri untuk menjaring sumber daya manusia unggul dari kalangan sarjana (D4, S1 dan S2) yang memiliki keahlian khusus, sebagai calon pemimpin Polri di masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk di era digital.
"Seluruh rangkaian seleksi SIPSS, lanjutnya, dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta clean and clear, melibatkan pengawasan internal dan eksternal guna menjamin objektivitas dan keadilan bagi seluruh peserta," lanjutnya.
Waka Polda juga mengingatkan secara tegas kepada peserta dan orang tua agar tidak mencoba mempengaruhi panitia seleksi melalui rekomendasi atau praktik suap dalam bentuk apa pun.
“Apabila terbukti melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kepada panitia dan tim pengawas, dirinya berpesan agar menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Sementara kepada para peserta, ia mendorong agar mempersiapkan diri dengan baik dan menunjukkan kualitas terbaik dalam setiap tahapan seleksi.
“Seleksi ini adalah kompetisi yang adil. Tunjukkan kemampuan terbaik, karena yang terpilih adalah mereka yang benar-benar layak,” tandasnya.
