​𝐊𝐑𝐓 𝐀𝐫𝐝𝐡𝐢 𝐒𝐨𝐥𝐞𝐡𝐮𝐝𝐢𝐧: 𝐀𝐦𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐁𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐨𝐦𝐨𝐝𝐢𝐭𝐚𝐬, 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐊𝐡𝐢𝐚𝐧𝐚𝐭𝐢 𝐊𝐞𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤!

 

𝐏𝐔𝐑𝐁𝐀𝐋𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 – Kamis 30 April 2026 Maraknya fenomena penyalahgunaan wewenang, mulai dari praktik pungutan liar (pungli) hingga korupsi jabatan yang melibatkan oknum birokrat dan aparat, memicu reaksi keras dari KRT Ardhi Solehudin, SH, M.Kom. Selaku Pengamat Integritas Publik sekaligus pemilik Media Group Realita Jaya Sakti, beliau memberikan peringatan tegas bagi para pemegang amanah untuk kembali ke khittah pengabdian.


​Berdasarkan temuan dan observasi lapangan yang dilakukan dalam fungsi kontrol sosial, pria yang akrab disapa Bopo ini menilai bahwa integritas saat ini sedang berada di titik nadir. Amanah yang seharusnya menjadi fondasi kehormatan, justru kerap disalahgunakan demi kepentingan pribadi dan golongan.


​𝐊𝐫𝐢𝐬𝐢𝐬 𝐊𝐞𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐫𝐮𝐬𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐨𝐫𝐚𝐥


​Dalam keterangannya, KRT Ardhi Solehudin menekankan bahwa dampak dari pengkhianatan amanah (khianat) tidak hanya merugikan negara secara materiil, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial.


​"𝑨𝒎𝒂𝒏𝒂𝒉 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒕, 𝒃𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝒃𝒖𝒎𝒊 𝒑𝒖𝒏 𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒌𝒖𝒍𝒏𝒚𝒂. 𝑲𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒎𝒊𝒎𝒑𝒊𝒏 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒑𝒆𝒋𝒂𝒃𝒂𝒕 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒂𝒍𝒂𝒉𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒂𝒃𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒑𝒖𝒏𝒈𝒍𝒊 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒔𝒖𝒂𝒑, 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒔𝒆𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒉𝒂𝒏𝒄𝒖𝒓𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒐𝒓𝒂𝒍 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒔𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒄𝒊𝒑𝒕𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒓𝒊𝒔𝒊𝒔 𝒌𝒆𝒑𝒆𝒓𝒄𝒂𝒚𝒂𝒂𝒏 (𝒎𝒊𝒔𝒕𝒓𝒖𝒔𝒕) 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒅𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒌𝒂𝒕," tegas Ardhi.


​𝐏𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐞𝐤𝐮𝐞𝐧𝐬𝐢


​Beliau menyoroti beberapa faktor utama mengapa penyalahgunaan amanah sering terjadi, di antaranya:


​𝐄𝐠𝐨𝐢𝐬𝐦𝐞 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐟𝐚𝐭 𝐓𝐚𝐤 𝐒𝐚𝐛𝐚𝐫: Keinginan untuk memperkaya diri secara instan tanpa memedulikan etika.


​𝐊𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐞𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐧𝐚𝐫-𝐒𝐚𝐥𝐚𝐡: Kaburnya garis antara hak pribadi dan kewenangan jabatan.


​𝐇𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐓𝐮𝐣𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐞𝐥𝐚𝐬: Jabatan hanya dianggap sebagai alat kekuasaan, bukan sarana pelayanan publik.


​Ardhi mengingatkan bahwa secara agama dan etika, perilaku khianat adalah tanda-tanda kemunafikan yang memiliki konsekuensi berat, baik secara hukum positif maupun sanksi moral di masyarakat.


​𝐒𝐞𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐞𝐦𝐞𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐦𝐚𝐧𝐚𝐡


​Sebagai penutup, KRT Ardhi Solehudin mengajak seluruh jajaran pejabat publik, aparat penegak hukum, hingga perangkat desa untuk melakukan refleksi diri.


​"𝑺𝒂𝒚𝒂 𝒊𝒏𝒈𝒂𝒕𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒑𝒆𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒎𝒂𝒏𝒂𝒉: 𝒌𝒆𝒌𝒖𝒂𝒔𝒂𝒂𝒏 𝒊𝒕𝒖 𝒂𝒅𝒂 𝒃𝒂𝒕𝒂𝒔𝒏𝒚𝒂, 𝒏𝒂𝒎𝒖𝒏 𝒓𝒆𝒌𝒂𝒎 𝒋𝒆𝒋𝒂𝒌 𝒊𝒏𝒕𝒆𝒈𝒓𝒊𝒕𝒂𝒔 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒊𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏𝒚𝒂. 𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊 𝒋𝒂𝒃𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒊𝒏𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒑𝒊𝒏𝒕𝒖 𝒌𝒆𝒉𝒊𝒏𝒂𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝑨𝒏𝒅𝒂 𝒅𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒅𝒆𝒑𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 𝒑𝒓𝒂𝒌𝒕𝒊𝒌-𝒑𝒓𝒂𝒌𝒕𝒊𝒌 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒓𝒑𝒖𝒋𝒊," pungkasnya.


​Melalui rilis ini, Media Group Realita Jaya Sakti berkomitmen akan terus mengawal dan memberitakan temuan-temuan di lapangan sebagai bentuk fungsi kontrol sosial demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.(*) 

𝐑𝐞𝐝