IJTABA Muslimat NU Banyumas Resmi Dikukuhkan, Gebrak Jariah Santunan Rp5 Miliar Lebih Membahana di Pendopo Si Panji

 

𝐁𝐀𝐍𝐘𝐔𝐌𝐀𝐒, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 – Pekik takbir kebersamaan dan gema selawat yang mendayu-dayu merobek langit spiritual Kabupaten Banyumas. Bertempat di lantai megah Pendopo Si Panji Purwokerto, ribuan srikandi Muslimat NU duduk lesehan bersimpuh penuh khidmat menyatukan barisan.


Mereka melebur menjadi saksi atas momentum sakral Jalannya Pengajian dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Jam'iyyah 17 Anak Cabang Muslimat NU (IJTABA) Kabupaten Banyumas Masa Khidmat 2026–2031, Ahad (12/07/2026). Perhelatan ini menjadi tonggak sejarah baru, mengokohkan silaturahmi spiritual di bawah naungan kasih sayang Allah SWT.


Acara yang dimotori oleh Ketua 1 IJTABA Hj. Nurul Bahiyah (Ketua PAC Sumpiuh) bersama Sekretaris 1 Surtinah (Ketua PAC Karanglewas) ini berlangsung sukses sejak pukul 09.00 WIB. Nuansa puitis keagamaan langsung terasa tatkala lantunan ayat suci Al-Qur'an dan selawat digelorakan oleh Siti Zaenuroh, S.Ag. bersama Ibu Sumiyem, S.Pd.


Semangat nasionalisme yang teguh ikut membakar dada saat ribuan jemaah serentak menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muslimat NU, dan Mars Syubbanul Wathan.


Prosesi pengukuhan berjalan sangat sakral, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Firman Nurhidayat, S.H. Di bawah sumpah tauhid, para pengurus menyatakan kesanggupan mutlak menghibahkan jiwa raga untuk umat.


Ikatan ini lahir dari kekuatan 17 Anak Cabang yang kompak. Mengambil berkah dari sanad langit Surah An-Nahl ayat 121 tentang kepatuhan Nabi Ibrahim AS, nama IJTABA memiliki esensi mendalam sebagai "Pilihan"—wadah orang-orang pilihan dengan gerak sikap yang juga pilihan demi menjaga marwah Ahlussunnah wal Jama'ah.


Puncak kekaguman jemaah meledak bombastis saat panitia mengumumkan total akumulasi dana gerakan jariah sosial yang berhasil dihimpun kolektif. Angkanya sangat fantastis, yakni menembus Rp5 milyar lebih, dengan kontribusi tertinggi dipelopori oleh PAC Cilongok di bawah kepemimpinan Nyai Ani Mufarrih yang sukses menggebrak Rp893 juta lebih berkat militansi gerakan di 20 anak rantingnya. Dana mahabesar ini disiapkan murni untuk gerakan kemanusiaan dan kemaslahatan umat.


"Apapun yang Ibu perjuangkan, dilihat setetes maupun dua tetes, insyaallah Allah SWT akan melihat dan mencatat perjuangan kita," tegas Ketua IJTABA Hj. Nurul Bahiyah dengan nada bergetar menahan haru di hadapan jemaah.


Di atas mimbar pengajian, Pengasuh Ponpes Nurul Iman Pasir Wetan, Gus Mohammad Luqman, membakar girah pergerakan dengan analogi "susu murni" yang puitis. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga integritas diri agar organisasi tetap sehat dan kompeten di tengah zaman yang dinamis.


"Ketika dunia ini sedang tidak baik-baik saja, maka jagalah kewarasan Anda. Tetaplah menjadi susu yang murni yang selalu memberikan manfaat kepada siapapun," ujar Gus Luqman secara tegas dan lugas.


Pesan humanis yang menyentuh palung hati terdalam dilanjutkan oleh Nyai Hj. Sumanah Hisyam, Pengasuh Putri Ponpes At-Taujieh Al-Islamy Leler. Kakak kandung Gus Anam ini mengajak seluruh kader membersihkan hati agar perjuangan berjalan lurus dan ikhlas tanpa ada sumbatan emosi.


"Jadilah Muslimat yang terus menyehatkan, mencerdaskan, hebat, berdampak, bermanfaat, dan tetap istiqamah militan! Karena ibu adalah madrasahnya generasi penerus yang takwa, cerdas, terampil, berakhlak mulia, taat aturan, dan guyub rukun," seru Nyai Hj. Sumanah dengan untaian kalimat yang meluluhkan air mata jemaah.


Nuansa kebangsaan kian kental dengan kehadiran Kabag Veteran Macab LVRI Banyumas, Ajun Komisaris Vet H. Muhammad Beno Hartono. Sosok yang akrab disapa "Bapak Indonesia" ini mengajak seisi ruangan melakukan refleksi batin "Tersenyum kepada Allah SWT" demi kejayaan generasi penerus bangsa, ditutup yel-yel Asmaulhusna yang membahana.


Pantauan awak media di lokasi, perhelatan agung ini dihadiri oleh jajaran lintas sektor yang masif. Mulai dari jajaran Pemda Banyumas, Kemenag, Bakesbangpol, BAZNAS (yang bersinergi untuk penyerahan bantuan pada Selasa, 14 Juli 2026), BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto, GOW, Dharma Wanita Persatuan (DWP), PKK Kabupaten Banyumas, hingga barisan pemuda-pemudi Nahdliyin dari PC Fatayat, PC IPNU, dan IPPNU Kabupaten Banyumas.


Struktur kepengurusan IJTABA Banyumas kini resmi berdiri tegak dengan jajaran penasehat andalan seperti Hj. Khasanatul Mufidah, SH., Nyai Hj. Sumanah Hisyam, dan Mutmainah. Gerakan ini diperkuat oleh 7 sayap program strategis militan, mulai dari bidang Pendidikan (diisi Surtini, Solihah, Nur Chayati, Sri Mahmudah, Umbarsitoh), bidang Ekonomi (Ambarwati, Salbiyah, Komariyah, Renuk, Uswatun), hingga bidang Kesehatan, Keagamaan, Kemanusiaan, Seni Budaya, dan peningkatan kompetensi organisasi.


Kebahagiaan mendalam diutarakan oleh Supriyati, anggota Muslimat NU dari Kecamatan Purwokerto Barat yang hadir menyaksikan momentum bersejarah ini secara langsung.


"Alhamdulillah, air mata bahagia tak terbendung menyaksikan momentum agung ini. Lahirnya IJTABA dari rahim kebersamaan 17 Anak Cabang Muslimat NU se-Banyumas adalah jembatan emas silaturahmi yang penuh kemuliaan. Kami mohon doa restu seluruh masyarakat; semoga ikatan suci ini menjadi lantaran bagi kami untuk melangkah hebat, berdampak nyata, dan bermartabat, demi menjemput berkah dunia-akhirat dalam pelukan kasih sayang Allah SWT," tuturnya dengan penuh ketulusan.


Pertemuan akbar yang menyatukan tekad spiritualitas dan kemanusiaan ini ditutup dengan doa bersama. Langkah awal srikandi pilihan IJTABA Muslimat NU Banyumas kini telah dipatok tegak, siap menebar kemaslahatan nyata yang berkah dan bermartabat di dunia hingga akhirat.


(Djarmanto-YF2DOI)