Pengkhianatan Dalam Niat Luhur Kemerdekaan Kita

Penulis: Uyun Saeful Yunus, S.E.,M.M (Aktifis Jakarta 1998)

1. Apa itu pengkhianatan terhadap kemerdekaan?

Jakarta,mediarealitanews.com -- Mengabaikan janji kemerdekaan yang diikrarkan atas nama Tuhan adalah pengkhianatan nyata. Janji mulia itu berisi kewajiban negara & bangsa, yaitu menghapus kemiskinan, merawat anak terlantar, menghilangkan kebodohan, serta mewujudkan keadilan dan kesejahteraan lahir-batin. Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajah, tapi juga bebas dari penderitaan, kebodohan, dan ketidakadilan.


2. Kenyataan pahit yang menyayat hati

Di peringatan kemerdekaan 2026, masih banyak rakyat hidup dalam kelaparan, kekurangan harta, kesulitan hidup. Hal ini terasa makin kontras dengan berita viral tentang upah pekerja pengupas kulit bawang yang sangat tinggi bahkan dikatakan bisa setara gaji manajer bank swasta, namun kenyataan nasib pekerja umum dan kesejahteraan nyata di lapangan sangat jauh berbeda, tidak sejalan.


3. Akar masalah, Hukum, Moral, dan Spiritual yang runtuh

 

- Hukum seringkali dapat diubah sesuai keinginan orang kaya/pemilik modal, tidak lagi adil bagi semua.

- Moral dan nilai luhur dianggap bisa diperjualbelikan, dianggap halal meski hasilnya uang haram yang bertentangan dengan ajaran agama.

- Nilai spiritualitas hanya menjadi kata-kata kosong, sekadar upacara, bukan pegangan hidup. Banyak orang menipu orang lain bahkan menipu diri sendiri, merasa sah selama tidak tertangkap.

 

4. Janji & sumpah adalah utang suci

Janji kemerdekaan, sumpah setia pada nilai luhur bangsa bukan sekadar seremonial. Tidak boleh dihindari dengan alasan pasal undang-undang atau ayat agama yang dipelintir. Janji ini adalah kewajiban yang harus dilunasi seumur hidup, menjadi catatan abadi yang tidak bisa dihapus, bukan sekadar acara perayaan 17 Agustus demi proyek atau keuntungan pribadi.

 

Penulis menegaskan: Kemerdekaan bukan warisan untuk dinikmati saja, tapi amanah suci. Mengubahnya menjadi kesempatan meraih keuntungan pribadi, membiarkan rakyat tetap miskin dan bodoh, adalah pengkhianatan terbesar terhadap jiwa kemerdekaan Indonesia. Semua perbuatan ini akan menjadi warisan sejarah yang tak terhapus, yang kelak akan dipertanggungjawabkan.