πͺπ°πΉπ¬π©πΆπ΅, πππ πππππππππππππ πππ — Koperasi Produsen Salawe Jajar Bumi Pasundan (KSBP) bertekad menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkokoh ketahanan pangan nasional, pembangunan perumahan berkelanjutan, serta pengembangan sektor peternakan dengan memperkuat sinergi bersama pengusaha swasta dan lembaga terkait.
Berkantor pusat di Jl. Cimande RT.004/006, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, KSBP kini telah memiliki jaringan kantor cabang yang tersebar di beberapa daerah, antara lain Bandung, Subang dan Cirebon. Dipimpin oleh Andi Bagas Saputra selaku Ketua Umum, didampingi Ketua Dewan Pembina Toni Setiawan, dan Rudy, koperasi ini bergerak di bidang pertanian, perumahan berbasis konsep Eco Green, serta akan memperluas jangkauan ke sektor peternakan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Andi Bagas Saputra kepada Wartawan di Sukabumi, Senin, 21 September 2026.
Kuatkan Rantai Pangan: Rangkul Petani, Kerja Sama Pabrik Penggilingan, Suplai Beras ke Bulog
Melalui jaringan yang dimilikinya, KSBP menyusun langkah strategis menyeluruh di sektor pangan, dimulai dari hulu hingga hilir, tak hanya itu Koperasi berencana merangkul para petani padi secara langsung, membina serta mengkoordinasikan mereka agar menghasilkan panen berkualitas dan berkelanjutan, termasuk menyediakan segala pupuknya
Selanjutnya, KSBP akan menjalin kerja sama erat dengan pabrik-pabrik penggilingan padi, sehingga hasil panen petani dapat diolah menjadi beras dengan standar kualitas tinggi. Hasil olahan beras tersebut akan disuplai kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) guna memperkokoh cadangan pangan nasional dan menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat.
Tidak hanya pada komoditas padi, KSBP juga mengembangkan tanaman pangan lain meliputi wortel, bawang, kopi, serta berbagai jenis palawija. Koperasi pun melebarkan sayap ke sektor peternakan dengan merangkul pengusaha swasta, khususnya usaha ternak ayam telur, baik ayam ras maupun ayam kampung, serta jenis ternak lainnya.
“Kami tidak berjalan sendiri. Melalui jaringan koperasi, kami satukan petani, mitra pengolahan, hingga penyalur agar pangan rakyat terjamin. Hasil panen petani kami giling bersama mitra pabrik, lalu berasnya kami salurkan ke Bulog. Kami juga ajak pengusaha swasta di bidang peternakan untuk tumbuh bersama. Tujuannya satu: produksi pangan meningkat, rantai pasok kokoh, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Andi Bagas Saputra.
Visi & Misi: Berdiri demi Kesejahteraan Rakyat
Visi
“Mewujudkan wilayah Pasundan yang makmur, berdaulat secara pangan, dan lestari secara lingkungan melalui kolaborasi serta inovasi berbasis kerakyatan.”
Misi
Koperasi sebagai perpanjangan tangan program ketahanan pangan nasional berkomitmen untuk:
- Menjamin ketersediaan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat;
- Meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan anggota demi mendorong kesejahteraan ekonomi yang merata;
- Membangun ekosistem pertanian dan peternakan mandiri yang tangguh menghadapi perubahan iklim maupun gejolak ekonomi;
- Menyerap tenaga kerja melalui pengembangan sektor riil dan sinergi program bersama pemerintah, Bulog, serta pelaku usaha swasta.
Perumahan Eco Green: Berkelanjutan & Terintegrasi
Selain sektor pangan, KSBP mengembangkan perumahan berkonsep Eco Green yang dirancang secara terintegrasi dan berbasis digitalisasi, dimulai dari wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor dan Depok— sebelum menyebar ke seluruh Indonesia.
Konsep Eco Green mengutamakan keseimbangan pembangunan dan pelestarian alam, dengan prinsip:
- Reduce — menekan konsumsi berlebih dan limbah;
- Reuse — memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai;
- Recycle — mengolah limbah menjadi bahan baku bernilai guna.
Penerapannya meliputi:
- Mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, serta mendorong daur ulang;
- Menghemat energi dan beralih ke sumber energi terbarukan, termasuk pemanfaatan Gas Alam Cair (LNG);
- Mengelola air secara bijak dan menjaga kelestarian lingkungan;
- Menggunakan produk ramah lingkungan dan mendukung transportasi rendah emisi.
“Eco Green bukan sekadar nama, melainkan gaya hidup dan cara membangun. Kami ingin masyarakat menikmati hunian yang nyaman, sehat, sekaligus menjaga bumi tetap lestari untuk generasi mendatang,” jelas Andi Bagas Saputra.
Dukung Pengelolaan Kopi Nasional: Dari Hulu ke Hilir
Ketua Dewan Pembina KSBP, Toni Setiawan, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan pembentukan Badan Pengelola Khusus Komoditas Kopi yang disuarakan oleh Ahmad Heryawan (mantan Gubernur Jawa Barat/Ketua BAM DPR RI). Hal ini disampaikan dalam pertemuan Festival Aspirasi BAM DPR RI di Bandung, Minggu, 19 Juli 2026, dan dikonfirmasi kembali di Hotel Onos, Rabu, 9 September 2026.
Toni Setiawan menegaskan pengelolaan kopi harus menyeluruh:
- Sektor Hulu — menjamin bibit unggul bersertifikat, pupuk, dan pendampingan teknis bagi petani;
- Sektor Tengah — membangun kemampuan pengolahan agar nilai jual meningkat;
- Sektor Hilir — mencetak tenaga ahli profesional serta membuka akses pasar ekspor.
“Kopi Indonesia kaya potensi, namun perlu tata kelola yang utuh dari hulu hingga ke hilir agar kesejahteraan petani benar-benar terangkat. Ini sejalan dengan semangat koperasi: memajukan ekonomi rakyat,” ujar Toni Setiawan.
Dalam mengakhiri obrolan santainya, Andi Bagas Saputra menegaskan, bahwa KSBP akan terus memperluas kerja sama dengan pemerintah, Bulog, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya untuk mengikuti program, melainkan untuk menjadi pelopor. Bersama pemerintah, bersama petani, bersama pengusaha swasta, bersama Bulog — kita wujudkan ketahanan pangan, perumahan layak, dan lingkungan lestari. Demi Pasundan yang makmur, demi Indonesia yang sejahtera,”
Rilis: Jupri
