Cilacap,mediarealitanews.com — 18 September 2026 Gerakan sosial yang diusung oleh kelompok Garda Terdepan Panggilan Hati Pandawa Lima menuai sorotan positif dari berbagai pihak. Langkah nyata mereka yang turun langsung membantu masyarakat bawah, khususnya dalam membebaskan warga dari himpitan kesulitan ekonomi akibat jeratan rentenir bersama gerakan Bang Deni (Pembasmi Rentenir), dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial yang sangat substansial.
Pengamat Integritas Publik yang juga menjabat sebagai pimpinan media, KRT Ardhi Solehudin, S.H., M.Kom., menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen dan nilai kemanusiaan yang diusung oleh gerakan ini.
"Berdasarkan pantauan media, gerakan Panggilan Hati Pandawa Lima ini membawa misi sosial yang murni dan berlandaskan keterpanggilan jiwa. Prinsip bergerak tanpa mencari panggung, mendengarkan sebelum menghakimi, serta berjuang membela rakyat kecil adalah komitmen integritas yang patut diacungi jempol," tegas KRT Ardhi Solehudin.
Menerapkan Nilai Luhur Pewayangan dalam Aksi Nyata
Pandawa Lima mengambil inspirasi dari lima tokoh pewayangan Nusantara sebagai pijakan moral perjuangan mereka di tengah masyarakat:
Yudhistira: Melambangkan kejujuran dan kebijaksanaan.
Bima: Keberanian dan keteguhan hati dalam membela kebenaran.
Arjuna: Ketajaman berpikir, disiplin, dan fokus pada tujuan.
Nakula: Kesetiaan, kepedulian, dan keharmonisan sosial.
Sadewa: Kecerdasan, ketelitian, dan kerendahan hati.
Bergerak Solid untuk Kemanusiaan
Melalui pernyataan resminya, perwakilan Pandawa Lima menegaskan bahwa nama tersebut dijadikan sebagai simbol serta pengingat komitmen sosial, bukan bentuk kesombongan atau pengakuan diri. Mereka berprinsip untuk mengedepankan musyawarah, membuka jalan bantuan, serta bergerak serentak demi kesejahteraan bersama tanpa memandang perbedaan latar belakang.
"Kami hadir bukan untuk dinilai paling benar, melainkan berusaha menjadi perantara kebaikan. Bersama rekan-rekan seperjuangan, kami siap melangkah ke wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan demi membebaskan masyarakat dari beban hidup," tuntas perwakilan gerakan tersebut.
Aksi sosial yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan kemanusiaan ini diharapkan dapat terus berlanjut serta membawa dampak positif yang meluas bagi masyarakat luas.
(Red/KRT)
