Kasdam IV/Diponegoro Buka Latposko-Korem 071/Wijayakusuma "Darma Kapita 23"


Banyumas, 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐑𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐍𝐞𝐰𝐬 - Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ujang Darwis mewakili Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono, membuka Latihan Posko-I Korem 071/Wijayakusuma "Dharma Kampita-23", Selasa (8/8/2023) di Aula Jenderal Sudirman Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas.


Latposko-I Korem 071/Wijayakusuma tersebut, akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 8 hingga 10 Agustus 2023.


Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ujang Darwis mengatakan latihan posko ini, diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan Komandan 

dan Staf Korem dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup kerja sama

dan koordinasi dalam pengambilan keputusan, teknik olah yudha, pengintegrasian semua kemampuan satuan, prosedur, dan tata cara kerja yang berlaku dalam suatu Posko serta Kodal operasi bersama pemerintah dan lembaga non-pemerintah dalam menghadapi permasalahan bencana alam yang terjadi

di wilayah.


"Latihan Posko yang mengambil tema Korem 071/Wijayakysuma melaksanakan operasi bantuan kepada Pemda di wilayahnya dalam rangka membantu penanggulangan terjadinya bencana alam, sangat tepat dan penting dilaksanakan mengingat kondisi geografis wilayah Korem 071/Wijayakusuma yang rawan bencana alam gempa bumi, baik tektonik maupun vulkanik, bencana alam 

banjir, dan potensi ancaman bencana 

alam tsunami", ujarnya.


Dikatakan, berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 

2004, TNI memiliki tugas pokok Operasi Militer Selain Perang (OMSP) diantaranya membantu tugas pemerintah di daerah dan membantu menanggulangi akibat 

bencana alam, pengungsian, dan 

pemberian bantuan kemanusiaan. 


"Untuk itu Satkowil setingkat Korem 

dan Kodim harus mengasah kemampuan 

dengan belajar dan berlatih secara terprogram, teratur, dan terukur yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, 

dan berlanjut untuk menjaga kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam

yang datangnya tidak terduga", terangnya.

Pangdam berharap, dengan dilaksanakannya latihan ini, akan dapat meningkatkan intensitas komunikasi, koordinasi yang baik, dan bersinergi dengan satuan dan instansi terkait lainnya. Selain itu, latihan ini bersifat aplikatif dan 

dapat dioperasikan bilamana terjadi

bencana alam yang sebenarnya.


Pada kesempatan yang sama, Kasdam dalam pengarahannya mengatakan kegiatan ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk melakukan koordinasi awal untuk menguji protap Korem 071/Wijayakusuma dalam melaksanakan penanganan bencana alam. Apakah sudah aplikatif atau belum dengan adanya latposko ini. Dan apabila belum aplikatif, untuk diperbaiki protapnya.


"Dalam kegiatan ini, kita perlu berkoordinasi yang baik dengan segenap steakholder diwilayah, khususnya penanganan bencana alam. Tidak boleh ada saling menonjolkan, dan semuanya harus bersatu padu, bersinergi tentang bagaimana mengatasi kesulitan masyarakatnya", terangnya.


"Perlunya diskusi dalam hal ini, untuk mencari solusi bersama dalam pemecahanannya. Hal ini untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu timbul bencana, sehingga masyarakat dapat dengan cepat tertangani", jelasnya. ***

Lebih baru Lebih lama