𝐁𝐀𝐍𝐘𝐔𝐌𝐀𝐒, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 - 21 Januari 2026 Nama Cipto Wiharto, S.Sos., sudah tidak asing lagi di jagat media wilayah Banyumas. Pria berusia 59 tahun lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) Semarang ini telah mendedikasikan lebih dari 15 tahun hidupnya sebagai jurnalis. Kini, setelah melewati masa-masa produktif di garis depan pemberitaan, sang wartawan senior memilih jalan hidup yang lebih tenang dengan mengabdikan diri pada seni tradisional.
Meski menyandang status sebagai wartawan senior, pria yang akrab disapa Cipto ini mengaku kini sudah tidak terlalu aktif di lapangan. Ia memilih untuk memusatkan energinya pada seni Karawitan, sebuah langkah nyata untuk menjaga eksistensi budaya Jawa di tengah gempuran zaman.
"Saat ini saya lebih fokus ikut seni Karawitan. Niatnya adalah demi uri-uri (melestarikan) budaya kesenian tradisional agar tetap terjaga," ujar Cipto dalam keterangannya di Banyumas.
𝐒𝐢𝐬𝐢 𝐇𝐮𝐦𝐚𝐧𝐢𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐝𝐞𝐫𝐡𝐚𝐧𝐚𝐚𝐧
Perjalanan hidup Cipto tidak lepas dari dinamika personal. Di balik ketajamannya menulis berita di masa lalu, ia adalah seorang ayah yang gigih. Meski perjalanan rumah tangganya menemui jalan terjal, ia berhasil mengantarkan kedua buah hatinya tumbuh dewasa, di mana salah satunya kini telah sukses menyelesaikan pendidikan di bangku Perguruan Tinggi.
Di usianya yang hampir memasuki kepala enam, Cipto mengaku sedang menikmati masa-masa bersahaja. Baginya, hidup saat ini adalah tentang ketenangan dan pengabdian pada hal-hal yang ia cintai.
"Sekarang hidup tinggal santai saja, menjalani hari dengan lebih bersahaja dan apa adanya," tambahnya dengan nada rendah hati.
Kisah Cipto Wiharto menjadi pengingat bahwa dedikasi tidak berhenti ketika pena diletakkan. Pengabdiannya hanya berpindah bentuk—dari menulis realita sosial menjadi penabuh harmoni dalam gamelan, demi menjaga marwah budaya bangsa.
𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐂𝐢𝐩𝐭𝐨 𝐖𝐢𝐡𝐚𝐫𝐭𝐨, 𝐒.𝐒𝐨𝐬.
Cipto Wiharto adalah seorang jurnalis senior asal Banyumas yang menempuh pendidikan tinggi di STIK Semarang. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik, ia kini dikenal sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam pelestarian seni budaya lokal.(*)
𝐑𝐞𝐝
