𝐊𝐑𝐓 𝐀𝐑𝐃𝐇𝐈 𝐒𝐎𝐋𝐄𝐇𝐔𝐃𝐈𝐍 𝐏𝐀𝐒𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐀𝐃𝐀𝐍 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐉𝐔𝐑𝐍𝐀𝐋𝐈𝐒: 𝐊𝐄𝐂𝐀𝐌 𝐃𝐔𝐆𝐀𝐀𝐍 𝐀𝐊𝐓𝐈𝐕𝐈𝐒 𝐀𝐑𝐎𝐆𝐀𝐍 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐇𝐈𝐍𝐀 𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀𝐖𝐀𝐍 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐊𝐀𝐓𝐀 '𝐓𝐎𝐋𝐎𝐋' 𝐃𝐀𝐍 𝐒𝐄𝐁𝐔𝐓 𝐌𝐄𝐃𝐈𝐀 𝐋𝐈𝐀𝐑!


𝐉𝐀𝐖𝐀 𝐓𝐄𝐍𝐆𝐀𝐇, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬.𝐜𝐨𝐦 – 21 Februari 2026 ​Menyikapi perkembangan situasi di Kuningan, Jawa Barat, yang kian memanas akibat pernyataan provokatif dari oknum yang mengaku sebagai aktivis, Pemimpin Umum Media Group Realita Jaya Sakti (RJS), KRT. Ardhi Solehudin, S.H., M.Kom., mengeluarkan pernyataan tegas. Beliau secara khusus menyoroti adanya upaya intimidasi dan penghinaan terhadap profesi jurnalis serta pengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun melalui media online tertanggal 13 Februari 2026, ditemukan fakta adanya oknum yang mengaku aktivis namun melakukan tindakan yang tidak terpuji, mulai dari interogasi yang disertai intimidasi hingga dugaan meminta paksa sejumlah uang kepada pengelola PKBM.

𝐌𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥𝐚 𝐊𝐞𝐡𝐨𝐫𝐦𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐉𝐮𝐫𝐧𝐚𝐥𝐢𝐬

Sebagai pemilik media sekaligus aktivis pers senior, KRT. Ardhi Solehudin merasa geram dengan pelabelan sepihak dan kata-kata kasar yang dilontarkan oknum tersebut kepada insan pers.

"Saya sebagai pemilik media dan juga aktivis pers, turut prihatin dan mengecam keras kejadian di Kuningan. Sangat tidak dibenarkan jika ada pihak yang mengaku aktivis tapi bicaranya merendahkan martabat jurnalis dengan kata-kata 'Tolol' dan 'Oon'. Jangan asal menjastis media lain dengan sebutan 'LIAR', itu sangat keliru dan menunjukkan kedangkalan pemahaman," tegas KRT. Ardhi Solehudin, Sabtu (21/02).

𝐋𝐮𝐫𝐮𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐅𝐮𝐧𝐠𝐬𝐢 𝐀𝐝𝐦𝐢𝐧𝐢𝐬𝐭𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐬𝐤𝐨𝐦𝐢𝐧𝐟𝐨

Beliau juga menanggapi isu mengenai pendaftaran media di Diskominfo maupun Prokopim Sekda yang dijadikan senjata oleh oknum aktivis untuk menyudutkan wartawan.

"Tolong luruskan, urusan administrasi media itu adalah proses pembinaan intern, bukan alasan bagi pihak luar untuk mengintimidasi atau mengadu domba. Siapa mereka sampai berani menghakimi media itu terdaftar atau tidak untuk tujuan menekan pihak lain? Sebagai sesama jurnalis, kita jangan mau diadu domba oleh pernyataan para 'angkat bicara' yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

𝐏𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚 𝐏𝐊𝐁𝐌

KRT. Ardhi Solehudin mengimbau kepada seluruh pengelola PKBM di Kuningan agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh gertakan oknum.

"Kepada rekan-rekan pengelola PKBM, saya sarankan jika ada pihak yang datang, tanyakan dulu keanggotaannya dengan baik. Jangan mudah terintimidasi oleh pihak yang mengaku-ngaku aktivis namun perilakunya jauh dari nilai intelektualitas. Mari kita benahi administrasi bersama tanpa harus saling menghina," tutupnya.(*) 

(𝐑𝐞𝐝)