𝐏𝐮𝐫𝐛𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 - Suasana ceria mewarnai lokasi pengungsian di Desa Sangkanayu dan Desa Serang, ketika Aipda Teguh Riyanto, anggota Satlantas Polres Purbalingga, tampil sebagai dalang polisi. Ia menghadirkan pertunjukan wayang lalu lintas sebagai bagian dari program trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana alam.
Pertunjukan kreatif itu menampilkan berbagai karakter wayang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari sosok polisi, pengendara motor, pelanggar lalu lintas, hingga tokoh masyarakat. Cerita yang dibawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga menyelipkan pesan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti jalannya pertunjukan. Gelak tawa dan sorak gembira terdengar setiap kali tokoh wayang berinteraksi dengan penonton. Kehadiran wayang lalu lintas menjadi hiburan yang menenangkan sekaligus sarana pembelajaran di tengah situasi darurat.
Keceriaan semakin bertambah ketika Aipda Teguh bersama jajaran Polres Purbalingga membagikan hadiah berupa makanan ringan dan susu kepada anak-anak. Pembagian hadiah ini membuat suasana semakin meriah dan menambah semangat mereka di lokasi pengungsian.
Kreativitas yang ditunjukkan Aipda Teguh Riyanto menjadi bukti kepedulian aparat kepolisian terhadap pemulihan mental anak-anak di pengungsian.
Plt Kasihumas Polres Purbalingga Iptu Dwi Arto mengatakan tim trauma healing diterjunkan pascabencana banjir bandang di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet dan Desa Serang Kecamatan Karangreja.
"Dalam tim trauma healing ada dalang polisi yang menghibur anak-anak di pengungsian melalui pertunjukan wayang lalu lintas," jelasnya, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya Polres Purbalingga untuk membantu anak-anak mengurangi rasa cemas akibat bencana. Trauma healing dilakukan dengan cara menyenangkan agar anak-anak bisa tetap bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.
(Humas Polres Purbalingga)
