Rayakan HUT ke-33, Padepokan Giyan Lakshita Gelar Pentas Uji Ke-30 di Cilacap

 


𝐂𝐈𝐋𝐀𝐂𝐀𝐏, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 – Padepokan Seni Tari Giyan Lakshita kembali menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan budaya nusantara. Bertempat di Pendopo Kabupaten Cilacap, padepokan ini menggelar acara ganda yang meriah, Pentas Uji ke-30 sekaligus peringatan HUT ke-33, sebuah perjalanan panjang dalam menjaga nyala seni tari di tanah air. (8/2/2026).


Dengan mengusung tema "Ciptakan Kreativitas Tarikan Budaya Bangsa", acara ini menjadi panggung bagi para siswa dan seniman binaan untuk memamerkan kebolehan mereka.


Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pembawaan Tari Megat Megot 1, sebuah karya dari Yanti Pstgl. Para penari tampil memukau dengan kostum bernuansa merah-hitam yang kontras, dipadukan dengan gerakan yang enerjik namun tetap anggun di atas panggung utama.


Selain sebagai ajang evaluasi kemampuan (Pentas Uji), kegiatan ini juga berfungsi sebagai

Wadah Kreativitas, Mendorong generasi muda untuk berani berinovasi dalam gerak tari tanpa meninggalkan akar tradisi.


Pelestarian Budaya untuk Mengukuhkan posisi Cilacap sebagai salah satu pusat pembinaan seni tari yang produktif. Menampilkan deretan trofi penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para penari selama setahun terakhir.


Memasuki usia ke-33 tahun, Padepokan Giyan Lakshita membuktikan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat modern. Melalui konsistensi penyelenggaraan Pentas Uji hingga mencapai edisi ke-30, padepokan ini berhasil mencetak bibit-bibit seniman yang kompeten dan berkarakter.


"Seni bukan sekadar gerak, tapi cara kita menjaga identitas bangsa di tengah gempuran zaman." 

Fitri