SURAT DUKUNGAN TERBUKA WARGANET INDONESIA

 


𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬𝐜𝐨𝐦 - Nomor: 007/NETIZEN-MAU-PERUBAHAN/2026


Kepada Yth.

*Bapak Listyo Sigit Prabowo*

di Tempat


*Perihal: Dukungan atas Rencana Pindah Profesi Menjadi Petani*



Salam Hormat,


Dengan penuh rasa hormat, kami warga internet Indonesia menyampaikan dukungan penuh atas pernyataan Bapak yang menyebutkan lebih baik menjadi petani daripada melihat institusi Polri berada di bawah kementerian. Pernyataan tersebut, meski sederhana, telah menggugah kesadaran publik tentang makna pengabdian, kesederhanaan, dan kejujuran seorang Listyo Sigit Prabowo dalam kehidupan berbangsa.


Kami menilai bahwa pilihan Bapak untuk mengarahkan diri pada profesi petani bukanlah sekadar ungkapan emosional, melainkan refleksi mendalam tentang nilai-nilai dasar kehidupan. Menjadi petani adalah simbol kembali ke akar, kepada hukum alam yang jujur: apa yang ditanam, itulah yang dituai.


Beberapa pertimbangan dukungan kami, antara lain:


*Menanam sebagai Tugas Moral*


Menurut pandangan kami, “Menanam bukan hanya soal benih di tanah, melainkan menanam harapan, menanam keadilan, dan menanam masa depan bangsa.” Dengan demikian, profesi petani dapat menjadi cermin pengabdian yang lebih murni dibandingkan kursi kekuasaan yang sering kali penuh intrik. Apalagi, Bapak dinilai hanya sebagai anjing peliharaan Mulyono untuk menjaga kepentingan oligarki pengisap hasil SDA negeri ini.


*Membasmi Hama sebagai Simbol Keadilan*


Di sawah, musuhnya jelas: tikus dan wereng. Filsuf Plato pernah menegaskan bahwa keadilan adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Membasmi hama di ladang adalah tindakan nyata yang lebih sederhana dan jujur dibandingkan membasmi “tikus kantor” yang sering merusak institusi negara. Rakyat Indonesia sudah muak melihat Bapak di kursi Kapolri karena gagal memberikan perlindungan, apalagi keadilan bagi mereka.


*Hukum Alam yang Konsisten*


Immanuel Kant mengajarkan bahwa hukum moral harus berlaku universal. Di ladang, hukum alam berlaku konsisten: benih padi akan menghasilkan padi. Tidak ada manipulasi prosedur atau berkas yang hilang. Hal ini menjadi simbol keadilan yang diidamkan masyarakat. Sawah dan ladang dapat menjadi tempat Bapak menebus dosa kepada rakyat Indonesia dengan memproduksi makanan harian bagi bangsa ini.


*Kontribusi bagi Kesehatan Sosial*


Dengan fokus pada pertanian, masyarakat akan melihat teladan kesederhanaan. Seperti ditegaskan tokoh pers Indonesia, Wilson Lalengke, “Kesederhanaan seorang pemimpin adalah obat bagi kegelisahan sosial.” Jika seorang tokoh besar memilih jalan sederhana, rakyat akan merasakan ketenangan. Dalam kondisi apapun juga, keterkenalan Bapak sebagai Kapolri yang gagal merupakan modal semangat di persawahan untuk menampilkan bahwa Listyo Sigit Prabowo bukan seperti yang publik nilai selama ini.


*Simbol Kebebasan dan Pertumbuhan*


John Stuart Mill menekankan bahwa kebebasan sejati adalah ketika setiap individu dapat tumbuh sesuai kodratnya tanpa menindas yang lain. Menanam bunga matahari, misalnya, menjadi simbol pertumbuhan yang bebas, tegak, dan selalu menghadap cahaya. Di tengah terik di sawah dan ladang padi, cahaya langit dapat menyinari hati nurani Bapak yang selama ini terbungkus kain hitam di tengah penderitaan rakyat yang terzolimi oleh aparat di berbagai sudut negeri.


Sebagai penutup, kami berharap Bapak benar-benar menapaki jalan baru ini dengan penuh kesungguhan. Menjadi petani bukanlah penurunan martabat, melainkan peninggian nilai kemanusiaan. Kursi kekuasaan agar segera ditinggalkan, lebih cepat lebih bagi, ladang pengabdian di persawahan sudah tidak sabar menanti kehadiran Bapak.


Sebagaimana diingatkan oleh Wilson Lalengke: “Seorang pemimpin sejati adalah yang berani meninggalkan kursi kekuasaan demi ladang pengabdian. Jika sawah menjadi pilihan, maka sawah itu akan menjadi simbol kejujuran, kerja keras, dan keadilan yang sesungguhnya.”


Akhirnya, sekali lagi dengan sangat senang dan penuh sukacita kami warga internet Indonesia menyatakan dukungan penuh atas langkah Bapak. Semoga jalan yang dipilih menjadi teladan bagi bangsa, dan hasil panen yang dituai kelak adalah keadilan, kesejahteraan, serta kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.



Indonesia, 01 Februari 2026


Salam Hormat,

Warganet Indonesia