Kematian Janggal di SPPG Desa Bayan: Dugaan Sengatan Listrik, Misteri Tanggung Jawab Mengemuka

 

PURWOREJO, mediarealitanews com – Kematian seorang pekerja di SPPG Desa Bayan, Kecamatan Bayan, menyisakan tanda tanya besar. Korban diduga meninggal akibat sengatan aliran listrik, namun hingga kini, kejelasan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab masih kabur.


Informasi awal diperoleh dari sopir ambulans jenazah Rumah Sakit Palang Biru yang mengantar korban ke rumah duka pada Selasa malam kemaren 7/4 mlam.Ia menyebut, saat korban tiba di rumah sakit, kondisinya sudah tidak bernyawa.


“Kalau sampai di rumah sakit sudah meninggal. Dari cerita temannya, katanya kesetrum. Setelah administrasi selesai, kami berangkat sekitar jam 12 malam, sampai Madiun jam 3 subuh,” ungkapnya.


Keterangan ini menguatkan dugaan bahwa korban tidak sempat mendapatkan penanganan medis yang memadai sebelum dinyatakan meninggal dunia. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana insiden tersebut terjadi, termasuk apakah ada prosedur keselamatan kerja yang diabaikan.


Upaya penelusuran media terhadap pihak pengelola SPPG justru membuka fakta lain. Pemilik  lahan tempat berdirinya SPPG menyebut bahwa lokasi tersebut disewa oleh sebuah yayasan bernama Yasasi  Hendru Yogatama.

Namun saat dikonfirmasi, pihak yang disebut sebagai pemilik atau pengelola SPPG justru terkesan menghindar. Ia berdalih hanya sebagai mitra dan mengaku akan menghubungi pihak di lokasi.


“Nanti saya hubungi orang di lokasi, kalau saya mitra,” ujarnya singkat.


Pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan baru: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas operasional dan keselamatan kerja di lokasi tersebut? Apakah sistem kerja di SPPG sudah memenuhi standar keselamatan, atau justru abai terhadap risiko fatal seperti sengatan listrik?

Kematian ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga membuka dugaan kelalaian serius.


Minimnya transparansi dari pihak pengelola serta tidak adanya keterangan resmi dari otoritas terkait semakin memperkuat kesan adanya sesuatu yang ditutup-tutupi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti kematian korban.( Fzi)