MEKKAH, mediarealitanews com — Menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M, Kementerian Haji melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar Konsolidasi Akbar Penyelenggaraan Ibadah Haji di White Rose Wedding Hall, Mekkah, Ahad (24/05/2026) malam waktu Arab Saudi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh petugas dalam menghadapi fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) sebagai inti perjalanan spiritual jamaah haji.
Ketua PPIH Arab Saudi Tahun 2026, Ian Hermawan menegaskan bahwa Armuzna merupakan puncak ibadah haji yang membutuhkan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah. Ia menekankan pentingnya konsolidasi akbar sebagai sarana menyatukan langkah, memperkuat komunikasi, dan memastikan seluruh petugas bergerak dalam satu komando pelayanan.
“Armuzna adalah fase paling krusial dalam ibadah haji. Karena itu seluruh petugas harus solid, sigap, dan hadir memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah,” tegas Ian Hermawan.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz Ahmad turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan haji tahun ini meski diwarnai berbagai dinamika, mulai dari persoalan penerbangan, kartu nusuk hingga kondisi kesehatan jamaah. Menurutnya, seluruh pihak terus didorong untuk memastikan pelaksanaan wukuf berjalan maksimal demi menghadirkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi jamaah Indonesia.
Arahan strategis juga disampaikan Menteri Haji dan Umrah sekaligus Amirul Haj Tahun 2026, M. Irfan Yusuf. Ia menegaskan bahwa pelayanan jamaah harus menjadi prioritas utama karena ibadah haji merupakan cita-cita luhur setiap muslim. Pemerintah, kata dia, memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaraan haji hingga dibentuk kementerian khusus untuk memperkuat tata kelola layanan haji nasional.
“Soliditas, sinergitas, dan sistem komando yang jelas harus dijaga di setiap titik layanan. Petugas harus hadir dengan hati, terlebih sekitar 55 persen jamaah merupakan lansia yang membutuhkan perhatian ekstra,” ujar M. Irfan Yusuf.
Ia juga menyoroti pentingnya mitigasi kesehatan, pencegahan dehidrasi, distribusi konsumsi dan makanan siap saji (RTE), serta kesamaan informasi antarpetugas demi mewujudkan Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan sekaligus Ketua Kloter 73 SOC asal Kabupaten Banyumas, Dudiyono, menyampaikan bahwa konsolidasi akbar menjadi agenda penting untuk memperkuat semangat pengabdian para petugas haji.
“Konsolidasi ini menjadi pedoman arah sekaligus penguat motivasi bagi seluruh petugas agar mampu menjalankan amanah pelayanan secara optimal. Dengan koordinasi dan kesatuan langkah, kami berharap pelaksanaan haji tahun ini berjalan sukses dan seluruh jamaah meraih haji mabrur,” ungkap Dudiyono.
Konsolidasi akbar tersebut menjadi cermin ikhtiar bersama dalam merawat kemuliaan ibadah haji. Di tengah lautan manusia yang berhimpun menuju Baitullah, para petugas dituntut hadir bukan sekadar sebagai pelayan teknis, melainkan sebagai penjaga kenyamanan, keselamatan, dan kekhusyukan tamu-tamu Allah menuju puncak penghambaan suci di Tanah Haram.
(Dudi/Djarmanto-YF2DOI)
