​Dari Bintara hingga Perwira Bergelar Doktor: Perjalanan Karier AKP Shindi Al Afghany Menjaga Korps Bhayangkara

𝐂𝐈𝐑𝐄𝐁𝐎𝐍, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐫𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 — Menembus batas dari seorang Bintara hingga menjadi perwira di Korps Bhayangkara bukanlah perjalanan singkat yang instan. Jalur panjang yang memadukan ketangguhan lapangan, keberanian, serta dahaga akan ilmu pengetahuan ini tecermin nyata dalam perjalanan karier AKP Shindi Al Afghany, S.H., M.H., M.M., Dr.(c).


​Kini mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Cirebon Kota, Shindi membuktikan bahwa kerja keras dan integritas mampu membawa seorang polisi meniti tangga karier gemilang di Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI).


​Mengawali pengabdiannya dari jenjang Bintara, Shindi kenyang pengalaman di berbagai fungsi teknis kepolisian,mulai dari Intelijen, Penyidik, hingga Kepala Tim Khusus (Katimsus). Berbagai penugasan berisiko tinggi pernah dijalaninya, termasuk terlibat dalam penanganan kasus bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon pada 2011 dan tragedi Bom Thamrin pada 2016.


​Salah satu momen paling menguji kesabaran adalah ketika ia harus mengintai terduga pelaku terorisme yang melarikan diri ke wilayah Jawa. Selama hampir dua tahun, ia bertahan di lapangan menghadapi terpaan angin dan hujan demi menuntaskan tugas.


​"Mau bagaimana lagi? Itu sudah menjadi risiko sekaligus panggilan tugas seorang polisi untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat," tegas perwira yang dikenal tetap humanis ini.



​Rekam jejak dan loyalitas tanpa batas itulah yang membawanya mendapat rekomendasi pimpinan untuk menempuh pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa).


​Saat menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) hingga Inspektur Polisi Satu (Iptu) pada rentang 2021–2023, Shindi dipercaya memimpin Tim Khusus. Di bawah kendalinya, Timsus sukses membongkar berbagai kejahatan kelas kakap, seperti kasus pembunuhan, penangkapan jaringan pencurian dengan pemberatan (curat) lintas wilayah hingga Cileunyi, Kabupaten Bandung, hingga menangkap pelaku jambret viral hanya dalam waktu 12 jam.


​Puncak kepercayaannya terus berlanjut hingga awal Januari 2026, ketika ia resmi dilantik sebagai Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota menggantikan AKP Otong Jubaedi.


​Tak butuh waktu lama untuk menunjukkan taji di satuan baru. Dalam kurun waktu beberapa bulan saja, serangkaian operasi berhasil melumpuhkan jaringan peredaran gelap narkotika:


​Januari 2026: Memimpin langsung pengungkapan 177 paket sabu siap edar (152 gram) di Jl. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, serta meringkus pengedar jaringan Pantura di wilayah Kapetakan.


​Maret 2026: Menggerebek sebuah rumah kos di Palimanan Timur dan mengamankan 126 paket sabu seberat 68,73 gram beserta peredaran obat keras tanpa izin.


​Di balik langkah tegasnya memberantas kejahatan, Shindi adalah sosok yang terus belajar. Di tengah kesibukan mengomandoi personel dan mengelola aktivitas sampingan di bidang peternakan, ia kini tengah merampungkan studi jenjang Doktor (S3).


​Kisah AKP Shindi Al Afghany menjadi cermin inspiratif bagi jajaran Korps Bhayangkara maupun masyarakat luas: bahwa posisi tertinggi dan penghormatan tidak didapat secara cuma-cuma, melainkan diraih lewat ketekunan, keikhlasan melayani, dan tekad untuk terus menempa diri.(Buyung/Jupri)