SEMARANG,mediarealitanews com - 13 September 2026 Musibah hilangnya lima orang jurnalis saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda memantik rasa kepedulian dan solidaritas mendalam dari seluruh insan pers di Jawa Tengah.
Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Tengah sekaligus Dewan Pembina Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII), KRT Ardhi Solehudin, SH, M.Kom, mewakili keluarga besar Media Group Realita Jaya Sakti dan jajaran jurnalis Jawa Tengah, secara khusus menyampaikan dukungan moral serta doa bersama untuk keselamatan para rekan sejawat.
"Kami, atas nama jajaran jurnalis Jawa Tengah dan media group, menyatukan suara dan doa yang setulus-tulusnya agar kelima rekan wartawan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, sehat walafiat, dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga," tegas KRT Ardhi Solehudin di Semarang.
Sebagai sesama insan pers yang memahami tingginya risiko tugas di lapangan, KRT Ardhi menegaskan bahwa ikatan profesi membuat duka ini dirasakan secara mendalam oleh seluruh komunitas pers di Jawa Tengah.
Kelima jurnalis yang hingga hari kelima masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan tersebut adalah:
M. Bagus Khoirunnas (28) — Jurnalis Antara
Arie Basuki (52) — Jurnalis Merdeka.com
Yudhis — Jurnalis iNews
Daus (42) — Jurnalis Anadolu
Donal — Jurnalis Freelance
Selain kelima jurnalis, doa juga dipanjatkan untuk tiga kru kapal yang turut serta dalam rombongan, yaitu Warta (55/Kapten Kapal), Sukarman (60/ABK), dan Heriyanto (49/Guide).
Jajaran jurnalis Jawa Tengah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah, Basarnas, dan Tim SAR Gabungan Banten yang telah mengerahkan segala daya upaya—termasuk helikopter HR-3604 dan penyisiran luas di 6 sektor laut serta sektor udara—demi mengoptimalkan pencarian para korban.
"Kami sangat mengapresiasi upaya tanpa lelah dari Tim SAR di lapangan. Semoga kerja keras tim penyelamat dan doa dari seluruh jurnalis se-Jawa Tengah ini diijabah oleh Allah SWT, sehingga seluruh rekan kami bisa terselamatkan," tutup KRT Ardhi Solehudin yang juga menjabat di Bidang Pendidikan dan Kompetensi (Inspi) serta Pengamat Integritas Publik tersebut.
(Red/KRT)
