Di Bawah Kepemimpinan Kasat Reserse Narkoba AKP Shindi Al Afghany, S.H., M.H., M.M., Dr.(c): Kota Cirebon, Kota Udang, Kota Wali, Kota Petis, Harus Bersih dari Peredaran Narkoba dan Obat Keras

 

Cirebon,mediarealitanews.com -Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya serta merujuk pada semangat gagasan Kapolda Jawa Barat dalam jargon “Jaga Rawat Jawa Barat”. Gerakan ini menjadi simbol kebersamaan untuk menjaga wilayah Jawa Barat agar senantiasa aman, damai, dan kondusif. Upaya ini didukung sepenuhnya oleh unsur TNI, Pemerintah Daerah, seluruh lapisan masyarakat, hingga kalangan pelajar dan mahasiswa. Tujuannya adalah mempererat persatuan serta mewujudkan semangat kerja sama untuk menjaga dan merawat stabilitas keamanan daerah.

 

Khusus untuk Kota Cirebon, yang dikenal luas dengan tiga julukan khas, antara lain Kota Udang, Kota Wali, dan Kota Petis. Ketiga julukan ini bukan sekadar nama, melainkan cerminan kekayaan alam laut, sejarah sebagai pusat penyebaran agama Islam, serta ciri khas budaya kuliner masyarakat pesisir setempat.

 

Asal mula julukan tersebut memiliki makna mendalam. Kota Udang muncul karena wilayah pesisir Cirebon sejak dahulu dikenal sebagai penghasil udang rebon dan hasil laut yang melimpah. Bahkan nama “Cirebon” sendiri diyakini berasal dari gabungan kata Ci (air) dan Rebon (udang kecil). Sementara itu, Kota Wali disematkan karena Cirebon merupakan pusat utama penyebaran agama Islam di tanah Jawa pada abad ke-15 yang dipelopori oleh Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah), yang makamnya berada di kawasan Gunung Jati. Sedangkan Kota Petis sangat lekat dengan keunggulan industri kuliner tradisional, seperti petis dan terasi yang telah menjadi ciri khas rasa yang tak tergantikan.

 

“Karena nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, maka dengan amanah dan mandat yang telah diberikan pimpinan, serta didukung sepenuhnya oleh seluruh anggota, saya bertekad tegas membersihkan Kota Cirebon dari peredaran narkoba maupun obat-obatan keras tanpa izin,” tegas AKP Shindi dalam perbincangannya dengan seorang mantan terpidana narkoba pada 14 Agustus 2026.

 

Dalam kesempatan yang sama, sang mantan terpidana yang kini telah menjadi wartawan di beberapa media dan organisasi bertanya lebih dalam. Ia menanyakan pengalaman unik saat menangkap pengedar, khususnya mengenai penggunaan kata sandi rahasia yang kerap dipakai bandar besar. Selain itu, ia juga menyinggung apakah selama bertugas pernah ada pihak yang mencoba mengintervensi, baik oknum aparat maupun tawaran uang tebusan demi membebaskan pelaku besar.

 

Menjawab hal tersebut, Shindi yang juga sedang menempuh pendidikan Doktor (S3) dan bercita-cita ingin menjadi ahli hukum serta seorang Profesor itu menjawab tenang namun tegas: “Mengenai kode-kode atau kata sandi yang biasa dipakai pelaku narkoba, Insya Allah kami sudah paham dan menguasainya. Terkait dugaan intervensi dari sesama anggota, Alhamdulillah sejak saya menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba, hal itu tidak pernah terjadi. Namun, jika soal tawaran suap berupa uang ratusan juta rupiah agar pelaku dibebaskan dari jerat hukum, itu pernah ada. Namun, saya tolak dengan tegas dan mentah-mentah!” ujarnya.

 

Berkat ketegasan dan ketuntasan operasi yang dipimpinnya, AKP Shindi beserta tim telah berhasil mengungkap dan menyita ratusan gram sabu-sabu serta ribuan bahkan jutaan butir obat-obatan keras dari peredaran. Keberhasilan besar ini bukan sekadar angka statistik penangkapan, melainkan telah menyelamatkan ribuan jiwa masyarakat Kota Cirebon dari bahaya jeratan kecanduan hingga kehancuran masa depan.

 

Ketegasan dan integritas yang ditunjukkan AKP Shindi ini telah diakui oleh berbagai kalangan, mulai dari rekan-rekan seprofesi, masyarakat umum, hingga para mantan pengguna narkoba. Semangatnya pun sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat serta Kapolda Jawa Barat yang menginginkan wilayah Jawa Barat benar-benar bersih dari peredaran narkoba.

 

Berkat dedikasi tinggi dan kepemimpinannya yang jujur, perlahan namun pasti di bawah arahan AKP Shindi, wilayah hukum Polres Cirebon Kota semakin bersih dari jeratan narkoba. Atas kinerjanya itu, sang mantan terpidana turut memberikan dukungan dan doa: “Lanjutkanlah perjuanganmu dalam memberantas peredaran narkoba demi Cirebon yang lebih aman dan sejahtera.”

 

Rilis: Jupri