​LSM HARIMAU PAC SOKARAJA TEGASKAN: PROSES HUKUM JANGAN BERHENTI DI EKSEKUTOR, SERET AKTOR INTELEKTUAL KE PENGADILAN!

 

PURWOKERTO, mediarealitanews com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM HARIMAU) Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait dugaan penegakan hukum yang dinilai tebang pilih.


​Dipimpin langsung oleh Wasko Al Kowi (Bung Kowi) selaku Ketua PAC LSM Harimau Sokaraja, seluruh elemen pengurus dan anggota PAC Sokaraja menyatakan dukungan penuh dan linear terhadap instruksi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Harimau Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.


​PAC Sokaraja menilai peradilan yang hanya menyasar pelaku di lapangan (eksekutor) tanpa menyentuh dalang utama (aktor intelektual) merupakan bentuk sandiwara hukum yang menciderai rasa keadilan masyarakat.

4 POIN TUNTUTAN SPESIFIK PAC LSM HARIMAU SOKARAJA:


​Desak Usut Tuntas Tokoh Intelektual Menuntut pertanggungjawaban hukum secara transparan dan tegas terhadap Hary Tanoesoedibjo yang diduga kuat bertindak sebagai aktor intelektual/perancang utama di balik aksi penculikan terhadap saudara Solahudin dan Rahardian Ari, yang diduga berkaitan erat dengan praktik politik uang (money politik).


​Eksekutor Hanya Alat, Tangkap Pemilik Skenario

Menyatakan bahwa pelaku eksekutor di lapangan hanyalah perpanjangan tangan. Aparat Penegak Hukum (APH) dituntut tidak menjadikan eksekutor sebagai "tameng", melainkan membongkar pihak yang merancang, mendanai, dan memerintahkan tindak kejahatan penculikan tersebut.


​Hentikan Keadilan Semu, Drag the Mastermind to Court

Kejahatan yang sesungguhnya berakar dari pihak yang memformulasikan niat dan perintah. PAC Sokaraja mendesak Kepolisian dan Kejaksaan untuk berani menyeret aktor intelektual ke meja hijau tanpa padang bulu dan tanpa kompromi.


​Jabatan Bukan Bumper Imunitas Hukum

Tegaskan bahwa kekuasaan, jabatan, maupun pengaruh politik tidak boleh dijadikan benteng perlindungan untuk menghapus jejak kejahatan perampasan kemerdekaan seseorang. Hukum wajib ditegakkan secara proporsional dan tidak boleh tunduk pada "Arsitek Kriminal".


​PERNYATAAN RESMI KETUA PAC SOKARAJA:


​"Menghukum eksekutor tanpa menyentuh aktor intelektual/dalang adalah sandiwara keadilan. Kejahatan sejati terletak pada pikiran yang merencanakannya. Kami menegaskan bahwa Hukum Tidak Boleh Takut pada Arsitek Kriminal!"


​— Wasko Al Kowi (Bung Kowi)

Ketua PAC LSM Harimau Kecamatan Sokaraja, Kab. Banyumas

(Red/KRT)