π΄ππ ππ, πΊπππππππ πΌππππ, πππ πππππππππππππ.πππ - 14 Oktober 2026 Satu pertanyaan sederhana kini terpampang di sepuluh titik strategis Kota Medan: "Narkoba Merajalela Bapak Ke Mana???" Pertanyaan itu ditujukan kepada pimpinan Polrestabes Medan. Namun hingga Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 12.30 WIB, tak ada satu pun jawaban yang disampaikan. Awak media telah berupaya menghubungi Kapolrestabes Medan, namun pesan terkirim tanpa balasan, telepon disambungkan namun tak diangkat. Keheningan ini justru memicu pertanyaan yang lebih besar di tengah masyarakat: apa yang sebenarnya sedang disembunyikan?
Dihubungi, Tak Ada Jawaban Publik Mulai Bertanya: Apa yang Ditutupi?
Keterbukaan informasi adalah hak rakyat, bukan pemberian. Namun ketika masyarakat dan media menyampaikan pertanyaan mendasar tentang keamanan kota, justru yang ditemui adalah keheningan. Sikap bungkam ini memicu dugaan mendalam: apakah ada hal-hal tertentu yang sengaja ditutup-tutupi agar tidak diketahui publik?
"Jika pertanyaan sah saja dihindari, wajar jika masyarakat mulai curiga. Transparansi bukan permohonan, itu adalah hak. Jika pintu informasi tertutup, kepercayaan pun runtuh," ujar Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., Ketua DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut.
10 Spanduk di 10 Titik Strategis Keluhan Warga Tak Bisa Lagi Diamkan
Sepuluh spanduk besar kini terpasang di ruas-ruas utama Kota Medan: Jalan Sisingamangaraja, Jalan Juanda, kawasan Kejaksaan Medan, Lapangan Merdeka, Kantor Wali Kota Medan, Jalan Putri Hijau (sekitar Hotel Danau Toba), Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Gatot Subroto, hingga Jalan Sutomo.
Di balik pertanyaan "Bapak Ke Mana???", ada daftar keluhan nyata yang dirasakan warga setiap hari:
Narkoba masih beredar di tengah masyarakat
Laporan warga terkesan berhenti di tengah jalan
Judi online marak, belum ada penindakan nyata
Pencurian motor terjadi berulang kali
Bandar tertangkap terkesan cepat dilepas
Geng motor konvoi tiap malam tanpa penindakan tegas
"Warga tidak menuntut kemewahan. Warga hanya menuntut rasa aman dan kejelasan informasi. Jika hal dasar ini sulit dipenuhi, untuk apa kehadiran lembaga penegak hukum?"
Seruan Tegas: Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sumut Irjen. Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. Diminta Bertindak
DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut secara resmi meminta kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen. Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. untuk segera menindaklanjuti situasi ini. Evaluasi menyeluruh diperlukan, termasuk pertimbangan pergantian pimpinan jika dinilai tidak lagi mampu menjawab harapan publik.
"Seorang pemimpin yang menghindari rakyatnya, tidak layak memegang amanah rakyat. Jika pertanyaan sederhana saja tak berani dijawab, bagaimana masyarakat dapat percaya ia berani menindak kejahatan?" tegas Paulus.
"Jangan Hanya Hadir di Foto Hadirlah di Jalanan!"
Paulus menegaskan, pencitraan tidak akan pernah menggantikan kinerja nyata:
"Rakyat Medan tidak butuh foto-foto kegiatan di media sosial. Rakyat butuh kehadiran nyata di jalanan. Saat narkoba merajalela, kejahatan terjadi, dan pertanyaan diabaikan rakyat bertanya: di mana sesungguhnya pimpinan kita? Bapak Ke Mana???"
Enam Pertanyaan yang Menunggu Jawaban
1. Narkoba: Apakah ditindak sampai akarnya, atau hanya operasi sesaat lalu dibiarkan kembali beredar?
2. Laporan Warga: Mengapa banyak laporan yang terkesan jalan di tempat tanpa kejelasan?
3. Penindakan: Mengapa bandar tertangkap terkesan cepat dilepas?
4. Judi Online: Mengapa masih beroperasi tanpa penindakan yang terlihat?
5. Keamanan Jalanan: Kapan geng motor ditindak tegas sehingga warga aman berjalan malam hari?
6. Transparansi: Mengapa pertanyaan sah justru dihindari dan dijawab dengan keheningan?
Ruang Jawaban Tetap Terbuka
Redaksi Kriminalnusantara.com kembali menegaskan: ruang tanggapan bagi pihak Kapolrestabes Medan tetap terbuka selebar-lebarnya. Klarifikasi apa pun akan kami muat secara utuh dan berimbang. Namun perlu diingatkan: keheningan yang berlarut-larut bukanlah kebijaksanaan, melainkan pengabaian terhadap hak publik. Masyarakat sedang menunggu. "Bapak Ke Mana???" bukan sekadar pertanyaan di spanduk — itu adalah pertanyaan rakyat yang menuntut jawaban nyata.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan fakta pemasangan spanduk di 10 titik Kota Medan, upaya konfirmasi yang belum memperoleh tanggapan, dan pernyataan resmi dari DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut. Dugaan penutupan informasi belum dapat dipastikan kebenarannya secara mutlak hingga adanya penjelasan resmi dari pihak terkait. Jika tanggapan diterima setelah berita ini terbit, akan segera kami perbarui. Informasi yang benar, jelas, dan tepat waktu adalah hak konstitusional setiap warga negara tidak boleh ditunda, apalagi diabaikan.
(Tim Redaksi ) 14 Oktober 2026, Pukul 12.30 WIB)
Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Demokrasi Indonesia Provinsi Sumatera Utara
Berani Mengkritik, Konsisten Mengawal, Berpihak kepada Kepentingan Masyarakat
#PemudaDemokrasiIndonesia #DPDPDISumut #PaulusPeringatanGulo #PolrestabesMedan #Kapolri #SuyudiArioSeto #KapoldaSumut #SonnyIrawan #BapakKeMana #KontrolSosial #Medan #PenegakanHukum
.jpg)