Wanda Hamidah Sayangkan Banyak Hoax di Medsos


Jakarta - Wanda Hamidah menyayangkan terjadinya rusuh di aksi 22 Mei beberapa waktu lalu. Terlebih dengan banyaknya provokasi dan hoax yang disebarluaskan melalui media sosial oleh orang-orang yang semakin membuatnya miris.

Artis yang juga merupakan aktivis 98 dan politikus itu memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri. Dia justru bersyukur rencana yang diduga olehnya untuk memprovokasi justru berbalik menyerang para perusuh.

"Apresiasi terhadap TNI Polri, rakyat di sini bersama TNI Polri, betapa banyak simpati rakyat ya bersama TNI Polri," kata Wanda Hamidah sebagaimana dilansir oleh detik.com, Sabtu (25/5/2019).

Wanda Hamidah menilai mereka yang dalam aksi tersebut menjadi provokator dengan maksud mendapat simpati rakyat justru tidak kesampaian. Menurutnya itu berkat TNI dan Polri yang bisa menahan diri.

"Justru yang terjadi sebaliknya menodai bulan Ramadhan ini memang hasilnya wallahualam ya, maksudnya menodai bulan suci dengan tindakan-tindakan tersebut justru berbalik arah," tuturnya.

"Mungkin maksud mereka ingin mendapat simpati dengan memprovokasi dan memainkan sandiwara-sandiwara seolah-olah playing victim, seolah-olah korban berjatuhan, Jokowi adalah rezim justru sebaliknya. Saya apresiasi TNI Polri bisa menahan diri, itu luar biasa," ungkap perempuan yang sempat menjadi caleg Partai Nasdem itu.

Rasa syukurnya bertambah ketika pendukung paslon presiden dan wakil presiden 01 tidak ikut-ikutan turun ke jalan. Termasuk dirinya dan juga para aktivis 98.

"Bukannya tidak, tapi kami berusaha menahan diri untuk nggak turun, padahal dari tanggal 21 kita ingin menggerakkan menjaga KPU. Tapi memang karena Presiden bilang jangan, situasi biar TNI Polri percayakan, ya kami nurut," katanya.

"Jadi kita harus apresiasi, dukungan moral dan juga dukungan doa masyarakat yang kasih makanan dan minuman, suatu support. Berbalik arah mereka yang menodai bulan suci jadi dikecam masrakat," tukas Wanda Hamidah. 

Lebih baru Lebih lama