Salahgunakan izin pemasangan listrik untuk jebakan tikus dapat ditindak

SRAGEN - SP warga Desa Tanon tersengat listrik ketika akan mematikan jebakan tikus di sawah, (24/8). Menyikapi hal itu Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan listrik di persawahan.

Hasil koordinasi dengan PLN, tandas Kabidhumas, izin pemasangan listrik di persawahan harus melewati beberapa tahap, antara lain mengurus perizinan usaha berbasis resiko yang dikeluarkan Kementerianrian Investasi /Kepala Badan Penanaman Modal atas rekomendasi dinas di Pemda.

"Untuk pengurusan izin bisa diperoleh secara online," tambah Iqbal. Langkah selanjutnya, menurut Iqbal, adalah mendaftar ke PLN dengan menyertakan surat pernyataan bahwa listrik akan digunakan sesuai ketentuan.

Pernyataan yang ditulis adalah untuk menggunakan sesuai peruntukannya yaitu untuk pompa air guna mengaliri sawah, namun dalam banyak kasus, tambah M Iqbal, warga menggunakan tidak hanya untuk memompa air, tapi juga untuk jebakan tikus. 

Menurutnya, ada beberapa alternatif lain untuk membasmi tikus di persawahan seperti menggunakan burung hantu maupun menembak dengan senapan angin.

"Menggunakan jebakan listrik memang banyak membunuh tikus. Tapi pemasangan seperti itu tidak diperbolehkan dan bisa membahayakan nyawa manusia," tambahnya.

Bila sampai menghilangkan nyawa orang lain, tandas M Iqbal, pemasang jebakan tikus bermuatan listrik bisa dikenai aturan KUHP.

"Dapat diancam dengan pasal 359 KUHP yang berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun," jelasnya.***
Lebih baru Lebih lama