Baru Kelas II, Siswa SD Warga Cilacap Ini Sudah Koleksi 110-An Trofi Kejuaraan

 


𝐂𝐢𝐥𝐚𝐜𝐚𝐩, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 - Nathania Faida Azmi Fatchurohman masih duduk di bangku Kelas 2 SD Warga Cilacap. Namun soal prestasi, bocah perempuan ini tak bisa dianggap enteng. Nathania yang biasa dipanggil Fafa telah memiliki 110-an trofi penghargaan dari berbagai ajang perlombaan yang diikuti sejak usia 3 tahun.

Terakhir, dia menjadi Juara 1 pada ajang Putra Putri Klambi 2026 di Sleman, Yogyakarta, yang digelar pada 16 Mei 2026. Nathania mengikuti Putra Putri Klambi 2026 di Yogyakarta selama tiga hari. 


Jumlah peserta Putra Putri Klambi 2026 sekitar 55 orang dari berbagai daerah. Mereka bersaing untuk mendapatkan penilaian terbaik dari sejumlah indikator, antara lain fashion show, bakat, dan akting.


Grand final Putra Putri Klambi 2026 berlangsung di Hotel Diamon Jl. Laksda Adisucipto No.48, Nayan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, 14-17 Mei 2026. Putra Putri Klambi 2026 diselenggarakan oleh Sion Bajuku Klambi dan didukung Dinas Pariwisata Yogyakarta.


Nathania berhasil meraih Juara 1 Putra Putri Klambi  2026. Penghargaan tersebut didapat siswa SD Warga Cilacap itu tidak mudah. Namun, berkat pengalaman mengikuti sejumlah perlombaan dan dukungan orang tua membuat Nathania mampu menghadapi tantangan itu, Minggu (17/5/2026).


Kepala SD Negri 5 Gandrungmangu Cilacap, ibu Bariyani Spd, menjelaskan Fafa memang memiliki bakat. Dia aktif di Dunia Fashion, dan sering ikut ajang perlombaan serta membawa nama Sekolah kami, dan Nathania mengikuti Putra Putri Klambi 2026 dengan dukungan dari orang tua dan para Guru serta teman sekolahnya.


“Nathania merupakan salah satu murid yang berprestasi di SD Negeri 5 Gandrungmangu, dan pialanya kurang lebih 110-an karena memang dari kecil sudah ikut lomba-lomba,” jelas dia.


Kepala Sekolah Dasar Negri 5 Gandrungmangu mendukung para muridnya untuk berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. 


Nathania mengungkapkan, motivasinya mengikuti lomba tersebut untuk membanggakan dan mengangkat derajat keluarga terutama kedua orang tuanya, dan bisa membawa daerah Cilacap hingga ke kancah nasional di bidang modeling, akting dan pariwisata.

Ia juga menceritakan proses yang dilalui hingga berhasil merebut juara satu dan mengalahkan kontestan lainnya.

Ia menyebut, menjadi seorang model bukan hanya butuh modal cantik, tapi juga karakter yang kuat dan dapat mempresentasikan budaya melalui gaun yang dikenakan.

"Saya tidak tau penilaian apa yang diberikan oleh juri. Pencarian model bukan hanya dari beuty peagent saja. Mungkin dari cat walk, foto shot, atau bakat yang ditampilkan," jelasnya.


Ia berharap kepada para generasi Z yang ada di Jawa Tengah khususnya kabupaten Cilacap, jangan pernah takut bermimpi, tulis semua apa yang kalian inginkan sebanyak banyaknya dan setinggi tingginya.

"Jangan pernah takut karena di semesta ini ada yang namanya the power of thinking dan low of," ungkapnya.


Penulis