𝐏𝐔𝐑𝐁𝐀𝐋𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 – 2 Juni 2026 Dalam rangka memberikan teladan tata kelola administrasi dan akuntabilitas publik yang prima di tingkat masyarakat, Panitia Pelaksanaan Ibadah Qurban Masjid As Salaam, Perumahan Puri Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga secara resmi mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) untuk tahun 1447 H / 2026 M pada Rabu, 2 Juni 2026. Dokumen keterbukaan publik ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana ummat yang transparan mampu menghasilkan efektivitas distribusi yang optimal dan bersih dari penyimpangan.
Berdasarkan data dokumen pertanggungjawaban yang dirilis secara terbuka, pelaksanaan penyembelihan yang berlangsung sukses pada Rabu, 27 Mei 2026 tersebut berhasil menghimpun dan mengelola 4 ekor sapi serta 8 ekor kambing dari total 36 shohiul qurban (peserta). Seluruh proses dari pengadaan, pemotongan, penimbangan, hingga distribusi dikawal secara ketat guna memastikan kesesuaian syariat serta standar kebersihan (higiene) yang tinggi.
Akuntabilitas Keuangan yang Akurat hingga Rupiah Terkecil
Kinerja luar biasa ditunjukkan oleh bidang bendahara yang mencatat arus keuangan secara detail tanpa ada aspek yang disembunyikan. Dari total pemasukan sebesar Rp113.400.000,00 (Seratus tiga belas juta empat ratus ribu rupiah) yang bersumber dari luaran peserta, cashback pembelian sapi, serta iuran operasional kambing, panitia berhasil mengalokasikan anggaran secara efisien dengan total pengeluaran sebesar Rp113.118.300,00. Kebijakan anggaran yang ketat ini menyisakan saldo kas positif sebesar Rp281.700,00 yang dikembalikan ke kas masjid.
Produktivitas Tinggi dan Manajemen Distribusi yang Merata
Dari hasil penyembelihan, total perolehan daging kotor yang berhasil ditimbang mencapai 434,5 Kg daging sapi dan 58,3 Kg daging kambing. Setelah dikurangi alokasi konsumsi bersama tim kerja seberat 10 Kg sapi dan 3 Kg kambing, diperoleh hasil daging bersih siap edar sebanyak 424 Kg daging sapi dan 55,3 Kg daging kambing.
Melalui manajemen logistik yang rapi, panitia berhasil mengemas dan menyalurkan total 518 bungkus paket daging qurban secara merata kepada penerima manfaat tanpa ada tumpang tindih (overlapping). Saluran distribusi dibagi menjadi dua klaster utama:
Klaster Utama (Internal & Lingkungan Terdekat): Total 408 bungkus disalurkan bagi warga RT 29 hingga RT 34 beserta Asisten Rumah Tangga (ART), Tim Kerja (Penethel/Pengelet sebanyak 40 orang), petugas kebersihan/sampah, penggali kubur, serta ustadz TPQ.
Klaster Tambahan (Eksternal): Total 110 bungkus disalurkan untuk warga di luar RW 08 (Rupak Picis) serta tambahan operasional panitia eksternal.
Setiap bungkus daging yang dibagikan telah memenuhi standar berat ideal keadilan sosial, yakni seberat 5,1 Kg untuk kelompok pengorban sapi dan 4,3 Kg untuk kelompok pengorban kambing.
Sinergi Kelembagaan dan Apresiasi Pengamat Publik
Kesuksesan administratif dan operasional ini merupakan buah dari koordinasi solid jajaran kepanitiaan yang dipimpin oleh Tarso selaku Ketua Panitia, Aryoto selaku Sekretaris, dan Sipar Martadimeja selaku Bendahara. Dokumen pertanggungjawaban ini juga telah diperiksa secara seksama dan disahkan langsung oleh Ketua Takmir Masjid As Salaam, H. Dianto.
Menanggapi capaian luar biasa ini, KRT Ardhi Solehudin SH, M. Kom., selaku jurnalis, pemilik media, pengamat integritas publik, sekaligus anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Tengah memberikan apresiasi setinggi-tingginya saat meninjau berkas laporan tersebut.
"Apa yang ditunjukkan oleh Panitia Qurban Masjid As Salaam Perum Puri Babakan adalah sebuah role model atau contoh teladan yang wajib ditiru oleh institusi, yayasan, maupun kepanitiaan keagamaan lain di masa mendatang. Keterbukaan informasi hingga ke rupiah terkecil dan rincian gramasi daging per penerima adalah potret nyata integritas publik yang hidup subur di tengah masyarakat. Ini adalah standar kinerja premium yang wajib dipertahankan," tegas KRT Ardhi Solehudin.
Dengan selesainya pengesahan laporan pertanggungjawaban ini, Panitia Qurban Masjid As Salaam tidak hanya berhasil menunaikan ibadah secara syar'i, namun juga sukses menegakkan pilar transparansi yang menjadi fondasi utama kepercayaan ummat.(Red)
