𝐁𝐀𝐍𝐘𝐔𝐌𝐀𝐒, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦– Semangat membangun masyarakat yang sehat lahir batin, religius, dan bermartabat mengalun dari Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (24/7/2026).
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas menggelar Sarasehan bertema "Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Banyumas yang Lebih Sehat" sebagai ikhtiar memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyumas, Forkopimda, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kesehatan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., serta dihadiri Sekretaris Daerah Agus Nur Hadie, Ketua Umum MUI Kabupaten Banyumas Drs. K.H. Taefur Arofat, M.Pd.I., jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas, PCNU Kabupaten Banyumas, PDM Muhammadiyah Kabupaten Banyumas, PD Al Irsyad Al Islamiyah Kabupaten Banyumas, BAZNAS Kabupaten Banyumas, FKUB, kepala OPD terkait, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta pengurus MUI tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Ketua Panitia, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa sarasehan digelar sebagai ruang menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat ketahanan keluarga, serta mencegah berbagai persoalan sosial melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Banyumas mengapresiasi MUI Kabupaten Banyumas yang terus membangun kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, derasnya arus informasi dan perubahan sosial harus diimbangi dengan penguatan iman, akhlak, pendidikan karakter, serta kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Bupati mengungkapkan, berdasarkan data Januari hingga Mei 2026, terdapat 126 kasus baru HIV di Kabupaten Banyumas, termasuk 11 kasus pada kelompok anak. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat.
"Upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan. Orang tua, sekolah, tokoh agama, dan pemerintah harus berjalan bersama. Saya juga berharap FKUB dapat memfasilitasi tokoh-tokoh lintas agama untuk menyampaikan komitmen bersama, karena saya meyakini semua agama memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga nilai-nilai moral di tengah masyarakat," tegas Bupati Sadewo.
Ketua Umum MUI Kabupaten Banyumas, Drs. K.H. Taefur Arofat, M.Pd.I., kepada awak media dilokasi menjelaskan bahwa sarasehan bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan sosial sekaligus mengajak masyarakat menjaga fitrah kemanusiaan sesuai tuntunan agama.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, mengingatkan agar tidak mengikuti perilaku yang bertentangan dengan nilai agama, serta mengajak siapa pun yang telah terlanjur terjerumus untuk segera bertobat. Pendekatan yang kami lakukan lebih mengedepankan pembinaan, dakwah, edukasi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk lintas agama melalui FKUB," ujar Taefur.
Senada dengan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Hj. Khasanatul Mufidah, S.H., saat ditemui awak media dilokasi menyampaikan dukungan terhadap komitmen bersama yang dibangun dalam sarasehan tersebut.
"BAZNAS Kabupaten Banyumas mendukung penuh langkah seluruh elemen masyarakat dalam menjaga moral generasi dan mencegah berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai agama. Penguatan akhlak, kepedulian sosial, dan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat Banyumas yang sehat dan bermartabat," katanya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono, S.Sos., menegaskan pihaknya siap mengawal implementasi hasil kesepakatan bersama yang telah ditandatangani.
"Kami dengan tegas mendukung komitmen bersama untuk menjaga Banyumas yang sehat dan bermartabat. Bakesbangpol telah mendapat arahan untuk mengawal pernyataan sikap yang telah disepakati bersama dan diketahui oleh Bupati Banyumas," ujarnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan serta penandatanganan Deklarasi Banyumas Menolak Perilaku dan Promosi LGBT oleh unsur Forkopimda, MUI Kabupaten Banyumas, PCNU, Fatayat NU, PDM Muhammadiyah, Al Irsyad Al Islamiyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ketua Harian KPA, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bakesbangpol, Kepala Dinas Kesehatan, BAZNAS, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam deklarasi tersebut disepakati dua komitmen bersama, yaitu menolak segala bentuk perilaku, praktik, kampanye, promosi, dan upaya normalisasi LGBT di ruang publik, lingkungan pendidikan, media digital maupun kehidupan bermasyarakat yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama, moral, budaya, dan norma hukum yang berlaku. Selain itu, seluruh pihak juga mengajak masyarakat menjaga fitrah manusia, memperkuat ketahanan keluarga, melindungi generasi muda melalui pendidikan, dakwah, pembinaan moral, serta literasi digital yang sehat sebagai ikhtiar mewujudkan masyarakat Banyumas yang religius, berakhlak mulia, sehat, dan bermartabat.
Sarasehan yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi menjadi titik awal lahirnya langkah-langkah nyata yang mempererat sinergi antara pemerintah, ulama, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kesehatan, memperkuat karakter generasi, serta menghadirkan Banyumas yang semakin religius, harmonis, produktif, adil, sejahtera, dan bermartabat sesuai visi Banyumas PAS (Produktif, Adil, dan Sejahtera).
(Djarmanto-YF2DOI)
