𝐒𝐚𝐭𝐮 𝐁𝐚𝐫𝐢𝐬𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐭𝐢𝐦𝐢𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐬: 𝐊𝐑𝐓 𝐀𝐫𝐝𝐡𝐢 𝐒𝐨𝐥𝐞𝐡𝐮𝐝𝐢𝐧 𝐒.𝐇., 𝐌.𝐊𝐨𝐦 𝐝𝐚𝐧 𝐍𝐚𝐧𝐲 𝐀𝐟𝐫𝐢𝐝𝐚 𝐓𝐞𝐠𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 '𝐋𝐨𝐧𝐝𝐨 𝐈𝐫𝐞𝐧𝐠' 𝐀𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐬 𝐁𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤, 𝐁𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐬𝐚

𝐒𝐄𝐌𝐀𝐑𝐀𝐍𝐆, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 — 14 Agustus 2026 Tekanan, stigmatisasi, dan ancaman yang terus membayangi insan pers nasional memicu perlawanan tegas dari para pimpinan organisasi wartawan. Pernyataan menohok Ketua Umum AJI Indonesia, Nany Afrida, dalam PIDATO HUT ke-30 AJI disambut dukungan penuh dan pernyataan sikap yang tak kalah tajam dari KRT Ardhi Solehudin, S.H., M.Kom.


​Dalam pidatonya yang membakar semangat, Nany Afrida secara lugas membongkar dan menantang balik berbagai narasi peyoratif yang kerap disematkan kepada jurnalis—seperti sebutan "Londo Ireng", tidak punya otak, hingga "kawanan sirkus".


​"Kalau 'Londo Ireng' dimaksubkan untuk mengatakan jurnalis adalah pengkhianat karena tidak mengikuti keinginan penguasa, maka saya katakan: ya, kita Londo Ireng! Karena kita memang tidak bekerja berdasarkan keinginan penguasa. Kita bekerja berdasarkan fakta, kepentingan publik, kode etik, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi," tegas Nany Afrida dalam pidatonya.


​Nany juga menambahkan bahwa jika pertanyaan kritis dianggap pengkhianatan, maka persoalannya ada pada pihak yang tidak siap dikritik, bukan pada jurnalis yang menjalankan fungsinya. Mengenai tudingan "kawanan sirkus", ia menegaskan bahwa solidaritas pers adalah hal yang paling ditakuti oleh kekuasaan.


​"Kebebasan pers bukan hadiah untuk jurnalis, kebebasan pers adalah hak publik! Jurnalis hanya menjalankan mandat tersebut, dan negara memiliki kewajiban untuk menjamin agar ruang tersebut bisa dipertahankan sebagai perisai terakhir demokrasi," pungkas Nany.


​KRT Ardhi Solehudin: Label 'Londo Ireng' Adalah Lencana Integritas, Pantang Surut Langkah!


​Menanggapi pidato tajam Ketua Umum AJI tersebut, KRT Ardhi Solehudin, S.H., M.Kom.—sosok yang menjabat sebagai Pemilik Media Group Realita Jaya Sakti, Ketua Persatuan Pewarta Warta Indonesia (PPWI) Provinsi Jawa Tengah, Dewan Pembina Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII), sekaligus Pengamat Integritas Publik—menyatakan berdiri sejajar dan sependapat tanpa ragu.


​KRT Ardhi Solehudin menegaskan bahwa kendati wadah organisasi wartawan berbeda nama—baik PPWI, AKJII, AJI, maupun organisasi pers lainnya—roh perjuangannya adalah satu dan tak terpatahkan.


​"Apa yang disampaikan Mbak Nany Afrida adalah cerminan dari realita lapangan yang pahit sekaligus membanggakan. Meskipun kita berbeda baju organisasi, tujuan pers adalah sama: menjaga integritas, mengawal kebenaran, serta menjadi kontrol sosial yang independen sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," tegas KRT Ardhi Solehudin di Semarang.


​Ia menggarisbawahi bahwa perundungan kata seperti "Londo Ireng" justru menjadi stempel legitimasi bahwa pers tersebut bersih dan tidak bisa dibeli.


​"Jika mempertahankan nurani dan menyampaikan fakta hukum dianggap sebagai pengkhianatan ('Londo Ireng') oleh oknum yang terganggu kenyamanannya, maka jadikan sebutan itu sebagai Lencana Integritas! Itu bukti bahwa pers kita bekerja untuk rakyat, bukan menjadi 'peliharaan' penguasa. Kepada seluruh insan pers, jangan pernah kendor! Sekali tinta digoreskan untuk menyuarakan kebenaran, pantang untuk ditarik kembali hanya karena gertakan," tambah tokoh pers Jawa Tengah tersebut secara tajam.


​Gelorakan Spirit Pahlawan Menjelang HUT Ke-81 Republik Indonesia


​Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang tinggal menghitung hari, KRT Ardhi Solehudin mengajak seluruh wartawan menjadikan momentum kemerdekaan untuk membakar kembali spirit perjuangan para pahlawan bangsa.


​"Dahulu para pahlawan mengorbankan darah dan nyawa demi merebut kemerdekaan dari penjajah. Hari ini, benteng pertahanan kemerdekaan itu ada di tangan pers. Tugas kita adalah memerdekakan pikiran publik dari manipulasi, kebohongan, dan ketidakadilan. Melindungi ruang gerak jurnalis adalah bagian dari mempertahankan kedaulatan NKRI," pungkas KRT Ardhi Solehudin.

(Red/KRT)