Banyumas, mediarealitanews com — Di tengah derasnya tantangan pendidikan modern, SMK Negeri Lumbir meneguhkan langkah membangun religious culture sebagai napas utama pembentukan karakter siswa. Kamis (13/08/2026).
Kehadiran Pengawas Pendidikan Agama Islam, Siti Nur Hidayati, akrab dipanggil Inung, menjadi penguat bahwa budaya religius bukan sekadar pelajaran di kelas, melainkan harus hidup dalam setiap denyut aktivitas sekolah.
Menurut informasi yang diterima awak media dari narasumber, budaya religius diwujudkan melalui pembiasaan membaca dan mengkaji Al-Qur’an, salat Duha, serta salat Zuhur dan Asar berjamaah. Program ini diarahkan agar nilai-nilai keimanan tumbuh menjadi karakter yang membekas dalam kehidupan peserta didik.
“Budaya religius harus diinternalisasikan melalui pembiasaan dan keteladanan seluruh warga sekolah, bukan hanya diajarkan di ruang kelas,” tegas Siti Nur Hidayati.
Ia juga menekankan bahwa religious culture harus tercermin dalam interaksi sosial sehari-hari. Sikap ramah, santun, peduli, dan menghargai setiap orang, termasuk tamu dan penjual jajanan di lingkungan sekolah, menjadi wujud nyata ajaran agama yang membumi.
Kepala SMK Negeri Lumbir, Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa religiusitas tidak boleh berhenti pada aktivitas ritual semata.
“Religiusitas harus berkembang menjadi etos dan karakter kolektif. Itulah yang akan kami kembangkan di sekolah ini,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Tata Usaha, Rochman Feriyadi, yang menyatakan kesiapan bersinergi dalam setiap kegiatan keagamaan. Pernyataan itu disampaikan saat bersama-sama memantau aktivitas di masjid sekolah.
Siti Nur Hidayati menambahkan, pengembangan budaya religius harus dikelola secara sistematis melalui SK, jadwal kegiatan, jurnal pelaksanaan, dokumentasi, serta instrumen evaluasi keberhasilan.
“Budaya religius harus menjadi program yang terencana, terukur, berkelanjutan, dan dapat dievaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik,” tegasnya.
Penguatan religious culture ini sekaligus menjawab harapan orang tua yang mendambakan sekolah dengan lingkungan aman, nyaman, humanis, dan religius. Guru PAI, Gus Amin, berharap komitmen tersebut terus dijaga secara konsisten.
“Kami berharap sekolah mampu membangun budaya religius secara konsisten sehingga karakter peserta didik semakin kuat dan kepercayaan orang tua serta masyarakat semakin tumbuh,” katanya.
Langkah SMK Negeri Lumbir menjadi pesan menyejukkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya mencetak kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan akhlak. Dari masjid sekolah, dari sapaan yang santun, dan dari kepedulian kepada sesama, cahaya keimanan perlahan dipancarkan untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
(Djarmanto-YF2DOI)
