​Darurat Keadilan Sosial: 130 Ribu Warga Terdampak UHC, Seluruh Elemen Rakyat Banyumas Siap Kepung Pendopo Si Panji pada 28 Oktober 2026

​ππ€ππ˜π”πŒπ€π’, 𝐦𝐞𝐝𝐒𝐚𝐫𝐞𝐚π₯𝐒𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬.𝐜𝐨𝐦 – Kebijakan daerah yang dinilai abai dan mencekik rakyat kecil memicu gelombang perlawanan di Kabupaten Banyumas. Menanggapi penderitaan rakyat, khususnya 130.000 warga terdampak masalah Universal Health Coverage (UHC) serta minimnya keadilan bagi sektor pekerja, seruan aksi massa secara terbuka resmi digelorakan.  


​Dengan mengusung tema "Aksi Selamatkan Banyumas: Saatnya Rakyat Bersuara", aksi ini menjadi momentum puncaknya kemarahan dan solidaritas warga untuk menuntut hak-hak dasarnya yang terenggut.  


​Aksi ini memanggil secara spesifik seluruh elemen rakyat terdampak untuk turun ke jalan, meliputi:  


​130.000 Masyarakat Terdampak UHC & Keluarga Pasien: Yang terancam hak kesehatan dasarnya dan kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.  


​Petani & Penderes: Yang kian terpinggirkan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada hak atas tanah dan mata pencaharian.  


​Buruh, Tukang Parkir, & Driver Ojol: Yang terus diperas oleh ketimpangan ekonomi dan minimnya perlindungan kesejahteraan.  


​Aktivis, LSM, Ormas, & Komunitas: Untuk berdiri di garis depan mengawal keadilan dan memperjuangkan suara rakyat.  


​Seluruh Warga Banyumas: Yang menolak diam melihat daerahnya tidak dikelola dengan benar.  

​Rincian 


Pelaksanaan Aksi:


​Hari / Tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026 (Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda)  


​Waktu: Tepat Pukul 13.00 WIB  


​Titik Kumpul & Aksi: Depan Pendopo Si Panji / Alun-alun Pendopo Si Panji, Banyumas  


​"Pemerintah daerah tidak boleh terus menutup mata. Ketika 130 ribu jiwa terancam dan rakyat kecil tercekik, tidak ada pilihan lain selain melawan. Tanggal 28 Oktober adalah pembuktian bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat!"


​Rapatkan Barisan! Jangan Biarkan Banyumas Dikuasai Kesewenang-wenangan!  

(Red)