Meriah..., Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Prov.Jawa Barat Laksanakan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024 Di Cibinong, Bogor.

 


MediaRealitaNews.com, Kab.Bogor - Pada hari Jumat tanggal 26 April 2024, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat melaksanakan  giat "Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2024", yang digelar di SMK Negeri 1 Cibinong, Kabupaten Bogor. Tampak antusias mengikuti rangkaian HKB 2024 berlangsung meriah. (29/04/2024)


Acara yang mengusung tema "Sekolah Tangguh, Aman Bencana, Pramuka Hebat, Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat", diikuti tidak kurang 500 peserta terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah, Pembina Pramuka Putra-i dari SMA, SMK dan SLB Negeri/Swasta se-wilayah KCD I. Diisi dengan tatacara latihan penyelamatan diri, evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, sosialisasi JOTA/JOTI (Jambore On Air/Internet) kerika terjadi bencana alam.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed, menjelaskan pada mediarealitanews.com kesempatan ini juga hadir diantaranya, Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, Agus Ridallah, S.H.,M.H., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor (narasumber), Ketua Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMA, SMK, dan SLB, Ketua Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) SMA dan SLB, Ketua Forum Silaturahmi (Fosil) SMK Kabupaten Bogor, dan Ketua ORARI Daerah Jawa Barat, Ir. Yana Koryana,M.P., (narasumber).


Atas dasar perintah Kemendikbud Ristek, maka dirinya beriniasi melaksanakan HKB 2024 sambil mensosialisasikan bahwa selama ini Pramuka didukung oleh alat komunikasi yang sangat luar biasa. “Sehingga dalam HKB ini kami berkolaborasi dengan amatir radio, yakni ORARI Daerah Jawa Barat,” kata Abur.


Selain menghadirkan BPBD Kabupaten Bogor sebagai narasumber dalam simulasi kebencanaan, juga mengundang pihak ORARI sebagai narasumber terkait komunikasi dikala saat ada bencana dan bagaimana cara pencegahannya.


“Kehadiran ORARI ini sangat penting, terutama kalau ada komunikasi yang terputus, seperti terjadi listrik mati, dan internet tidak jalan. Komunikasi bisa jalan hanya dengan haditrasifer, dan itu ORARI sangat berperan”,


Apalagi sebut Kepala KCD Wilayah I, Kabupaten Bogor sangat ringkih terhadap bencana alam, makanya kita ingin di setiap sekolah terpasang antena dan yang bertanggung jawabnya adalah Pembina Pramuka, sehingga ketika terjadi bencana alam antar sekolah bisa saling berkomunikasi dan bisa segera bisa melakukan penyelamatan.


“Sehingga antara Pembina Pramuka sebagai penanggung jawab di sekolah dengan BPBD dan ORARI bisa saling berkomunikasi secara bersama-sama manakala terjadi bencana alam,” tuturnya.


Abur menyebutkan, target akhir dari pelaksanaan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini dan karena sifatnya mandatory, maka para Pembina Pramuka yang kita undang ini sebagai calon yang nantinya akan didorong untuk mengikuti ujian amatir radio (ORARI).


Terkait ujian ORARI, kita sudah merencanakan akan dilaksanakan pada 30 Juni 2024 mendatang di Cipanas Cianjur. “Insya Allah pesertanya banyak, sehingga nantinya akan diupayakan untuk didaftarkan ke Rekor MURI, karena selama ini untuk ujian ORARI di daerah manapun belum ada yang mencapai 100 orang dalam satu kali ujian secara serentak,” ujarnya.


Untuk di Kabupaten Bogor, lanjutnya, semua Pramuka harus ikut ujian semua, baik SMA, SMK Negeri/Swasta maupun SLB Negeri/Swasta. “Target kami semuanya harus ikut ujian ORARI, jadi tidak ilegal. Saya ingin melegalkan komunikasi secara terbuka antar sekolah, dan kalau ada yang bertanggung jawab berarti legal,” tandas Abur.


Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Barat, Abur Mustikawanto ketika Pramuka menjadi ekstrakurikuler (ekskul) pilihan yang sebelumnya ekskul wajib, mengaku merasa kurang setuju atau sependapat. Pasalnya, dalam kepramukaan berbagai macam kompetensi yang bisa diakomodir.


“Saya berharap Pramuka tetap menjadi ekskul/estra kurikulum wajib, karena dalam Pramuka itu berbagai macam kompetensi bisa diakomodir. Misalnya, mau masak ada emblem masak, mau dalam amatir radio ada emblem khusus. Jadi kompetensi-kompetensi itu secara tidak sadar Pramuka itu bisa membuat anak bisa bekerja di titik mana dia punya kompetensi”


Menurutnya, Pramuka itu paripurna. Tetapi memang harus terkontrol jangan sampai liar, sehingga tidak timbul masalah. Saya ingin Pramuka tetap eksis, karena Pramuka itu paripurna. Sekarang Pramuka masih ada, tetapi menjadi ekskul pilihan bukan ekskul wajib. Tutup Abur.


DanyAW***

Lebih baru Lebih lama