𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 - Asintel Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas bersama seorang Komandan Batalyon Brimob dan Perwira Menengah Marinir terlihat berdialog dengan perwakilan massa yang didominasi pengemudi ojek online.
Setelah negosiasi dan penyampaian aspirasinya kepada TNI, pengunjuk rasa di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat membubarkan diri. Sebelum membubarkan diri, massa aksi tersebut spontan mengungkapkan kalimat "Terima Kasih Bapak TNI"
Asintel KasKostrad Brigjen TNI Muhammad Nas mengungkap, massa menyampaikan aspirasi tewasnya seorang pengemudi ojol Kamis malam.
"Pada intinya masyarakat menyampaikan tuntutan yang pertama, agar proses yang diduga oknum pelaku penabrakan hingga meninggal dibuka secara transparan dan proses hukumnya disampaikan kepada masyarakat," ujarnya Brigjen TNI Muhammad Nas kepada wartawan di lokasi, dikutip dari YouTube KompasTV, Jumat 29 Agustus.
Ia menambahkan, massa juga meminta agar warga atau pendemo yang masih ditahan bisa dilepaskan.
“Kedua, apabila ada warga atau pendemo yang masih ditahan, minta dilepaskan. Tapi sampai sekarang saya belum tahu, nanti disampaikan sama Komandan Brimob,” ujarnya.
Brigjen Mohammad Nas menegaskan, semua aspirasi massa sudah diterima dan akan ditindaklanjuti.
“Intinya apa yang disampaikan oleh warga kita, masyarakat kita semua sudah didengar oleh pimpinan kita, akan ditindaklanjut pasti,” katanya.
Terkait tenggat waktu, ia meminta massa untuk kembali dan menegaskan bahwa perwakilan akan datang kembali ke Mako Brimob untuk menyampaikan perkembangan.
“Saya minta mereka kembali, nanti perwakilan yang akan datang ke sini, jadi tidak semua lagi, akan secepatnya,” jelasnya.
Sementara itu, terkait pengamanan di lokasi, ia menyebut akan tetap dilakukan secara intensif.
Saat ditanya apakah situasi dijamin aman dan massa tidak akan kembali lagi, ia menjawab singkat. “Insyaallah,” katanya.
Brigjen TNI Mohammad Nas tampak memimpin mediasi dengan massa aksi. Ia berusaha meredakan ketegangan yang sebelumnya memuncak ketika massa mencoba mendekat ke Mako Brimob dan polisi merespons dengan tembakan gas air mata.
(Red/Belo)