Menyambut Pilkades Serentak, KRT Ardhi Solehudin Imbau Insan Pers Menjaga Netralitas dan Mengedepankan Jurnalisme Perdamaian

 

𝐏𝐔𝐑𝐁𝐀𝐋𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀, 𝐦𝐞𝐝𝐢𝐚𝐫𝐞𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐧𝐞𝐰𝐬 𝐜𝐨𝐦 – 13 Oktober 2026 ​Menyambut perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Pemimpin Umum Media Group Realita Jaya Sakti yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Jawa Tengah, KRT Ardhi Solehudin, S.H., M.Kom., menyampaikan keterangan pers resmi di Kantor Redaksi Media Group Realita Jaya Sakti, Purbalingga, Selasa (13/10/2026).


​Dalam pernyataannya di hadapan insan pers dan rekan-rekan jurnalis, KRT Ardhi Solehudin menegaskan pentingnya peran strategis media dalam mengawal pesta demokrasi di tingkat desa. Menurutnya, kontestasi Pilkades memiliki tingkat kerawanan konflik sosial yang sangat tinggi dibanding pemilu lainnya, disebabkan oleh dekatnya ikatan emosional dan hubungan kemasyarakatan antara para calon kepala desa dan pemilih di akar rumput.


​"Pilkades bukan sekadar ajang kontestasi politik lokal, melainkan ujian kedewasaan bermasyarakat di tingkat akar rumput. Gesekan emosional antarwarga sangat rentan terjadi. Oleh karena itu, jurnalis harus berdiri tegak di tengah, menjadi penyejuk, serta mengutamakan jurnalisme perdamaian guna menjaga kondusivitas wilayah," ujar KRT Ardhi Solehudin.  


​Prinsip Dasar Jurnalistik dalam Pilkades


​Sebagai aktivis pers dan pengamat integritas publik, KRT Ardhi Solehudin menggarisbawahi tiga prinsip utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap insan pers selama tahapan Pilkades berlangsung:  

​Independensi Mutlak

Jurnalis dilarang keras menjadi tim sukses terselubung atau memihak kepada salah satu pasangan calon kepala desa.  


​Akurasi dan Verifikasi Ketat

Menjauhi dan mencegah penyebaran berita bohong (hoax), terutama narasi sensitif terkait Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) serta praktik politik uang (money politics).  


​Bukan Corong Provokasi

Menolak mentah-mentah publikasi pernyataan antarcalon yang saling menjatuhkan atau memicu perselisihan fisik di kalangan pendukung.  


​Peran Utama Jurnalis Mengawal Demokrasi Desa


​Lebih lanjut, KRT Ardhi Solehudin memaparkan empat langkah konkret yang harus diambil insan pers dalam peliputan Pilkades:  


​Edukasi Pemilih: Menyajikan konten edukatif yang mencerdaskan masyarakat mengenai tata cara pencoblosan, hak-hak pemilih, serta pentingnya menggalang suara secara bijak.  


​Uji Visi dan Misi: Membedah program kerja, rekam jejak, dan visi-misi para calon secara objektif dan transparan agar warga tidak terjebak dalam politik pencitraan semata.  


​Fungsi Kontrol Sosial: Mengawasi setiap tahapan Pilkades dari potensi pelanggaran, termasuk menjaga netralitas panitia pemilihan, mengawasi ketidaknetralan aparatur desa, hingga mengawal pencegahan money politics.  


​Jurnalisme Solutif: Berfokus pada narasi damai dengan mengangkat kisah-kisah kerukunan dan persatuan warga di tengah perbedaan pilihan politik.  


​Hal Tegas yang Harus Dihindari


​Guna menjaga kehormatan dan marwah profesi wartawan, beliau mengingatkan agar para jurnalis menghindari tindakan-tindakan berikut:  


​Memakai atribut kampanye atau menghadiri konsolidasi internal calon tertentu (kecuali dalam konteks peliputan resmi).  


​Membuat judul berita yang bombastis atau bersifat clickbait yang dapat menyulut emosi warga.  


​Menerima suap, amplop, atau fasilitas khusus dari calon tertentu yang dapat merusak independensi dan transparansi pemberitaan.  


​"Mari kita tunjukkan bahwa media adalah pengawal kebenaran dan pilar kedamaian masyarakat. Pers yang sehat dan profesional akan melahirkan kepemimpinan desa yang bermartabat," pungkas KRT Ardhi Solehudin.  


(Red/KRT)